Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Aktivitas pembuangan sampah di TPAS Wukirsari di Padukuhan Wukirsari, Baleharjo, Wonosari. Selasa (25/11/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pemkab Gunungkidul tengah menyiapkan pembentukan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Baleharjo, Wonosari. Proyek ini turut melibatkan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebagai mitra pendanaan maupun pendamping teknis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan rencana pembangunan TPST masih dalam tahap perencanaan. Meski begitu, ia menilai model pengolahan sampah baru ini sangat dibutuhkan seiring beban TPAS yang makin berat.
Menurut Hary, metode sanitary landfill yang selama ini digunakan sudah tidak efektif karena membutuhkan lahan luas, sementara kapasitas TPAS telah mencapai batas.
“Tumpukan sampah di TPAS Wukirsari sudah mencapai tujuh meter dari permukaan tanah. Makanya ada program pembentukan TPST,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Selain persoalan kapasitas, aspek kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian. Ia menyebut polusi dari TPAS menjadi alasan lain perlunya perubahan sistem pengelolaan.
“Hasil dari pengolahan di TPST nantinya bisa menghasilkan keripik sampah atau Refuse Derived Fuel (RDF) untuk bahan bakar pembuatan semen,” jelas Hary.
Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Dwi Wiyani, menambahkan pembentukan TPST Baleharjo saat ini masih dalam penyusunan dokumen Environmental and Social Impact Assessment (ESIA). Kajian tersebut menilai potensi dampak proyek terhadap lingkungan dan masyarakat, sekaligus merumuskan rencana pengelolaan dampaknya.
“Tujuan utamanya adalah memastikan proyek pembangunan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial,” kata Wiwik, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, penyusunan ESIA turut melibatkan konsultan dari AIIB. Selain itu, bank pembangunan tersebut juga ikut dalam skema pembiayaan. “Di tingkat Pusat akan meminjam anggaran ke AIIB. Selanjutnya, dana ini akan dihibahkan ke daerah untuk pembangunan, salah satunya direncanakan membangun TPST Baleharjo,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab bersama kementerian terkait juga sedang memfinalisasi Detail Engineering Design (DED) untuk menentukan teknologi yang digunakan dalam pengolahan sampah.
“Untuk anggaran pasti masih menunggu selesainya DED. Yang jelas hasil pengolahan akan jadi RDF yang bisa jadi sumber bahan bakar,” katanya.
Terkait kepastian pembangunan, Wiwik menegaskan pemkab masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat. “Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan. Pasalnya, untuk penyusunan DED TPST sudah melibatkan tim dari Kementerian PUPR,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Arif Aiman disorot akun Malaysia setelah Indonesia ditahan 0-0. Winger JDT itu disebut lebih hebat dari pemain Timnas Indonesia.
Harga emas Pegadaian 29 September 2026 untuk Antam, Galeri24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.
FIFA membahas kemungkinan dana tambahan untuk 211 asosiasi anggota. UEFA dan Concacaf mengusulkan minimal US$10 juta per anggota.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.