BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Aktivitas pembuangan sampah di TPAS Wukirsari di Padukuhan Wukirsari, Baleharjo, Wonosari. Selasa (25/11/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pemkab Gunungkidul tengah menyiapkan pembentukan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Baleharjo, Wonosari. Proyek ini turut melibatkan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebagai mitra pendanaan maupun pendamping teknis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan rencana pembangunan TPST masih dalam tahap perencanaan. Meski begitu, ia menilai model pengolahan sampah baru ini sangat dibutuhkan seiring beban TPAS yang makin berat.
Menurut Hary, metode sanitary landfill yang selama ini digunakan sudah tidak efektif karena membutuhkan lahan luas, sementara kapasitas TPAS telah mencapai batas.
“Tumpukan sampah di TPAS Wukirsari sudah mencapai tujuh meter dari permukaan tanah. Makanya ada program pembentukan TPST,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Selain persoalan kapasitas, aspek kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian. Ia menyebut polusi dari TPAS menjadi alasan lain perlunya perubahan sistem pengelolaan.
“Hasil dari pengolahan di TPST nantinya bisa menghasilkan keripik sampah atau Refuse Derived Fuel (RDF) untuk bahan bakar pembuatan semen,” jelas Hary.
Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Dwi Wiyani, menambahkan pembentukan TPST Baleharjo saat ini masih dalam penyusunan dokumen Environmental and Social Impact Assessment (ESIA). Kajian tersebut menilai potensi dampak proyek terhadap lingkungan dan masyarakat, sekaligus merumuskan rencana pengelolaan dampaknya.
“Tujuan utamanya adalah memastikan proyek pembangunan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial,” kata Wiwik, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, penyusunan ESIA turut melibatkan konsultan dari AIIB. Selain itu, bank pembangunan tersebut juga ikut dalam skema pembiayaan. “Di tingkat Pusat akan meminjam anggaran ke AIIB. Selanjutnya, dana ini akan dihibahkan ke daerah untuk pembangunan, salah satunya direncanakan membangun TPST Baleharjo,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab bersama kementerian terkait juga sedang memfinalisasi Detail Engineering Design (DED) untuk menentukan teknologi yang digunakan dalam pengolahan sampah.
“Untuk anggaran pasti masih menunggu selesainya DED. Yang jelas hasil pengolahan akan jadi RDF yang bisa jadi sumber bahan bakar,” katanya.
Terkait kepastian pembangunan, Wiwik menegaskan pemkab masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat. “Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan. Pasalnya, untuk penyusunan DED TPST sudah melibatkan tim dari Kementerian PUPR,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.