Advertisement
Maxride Sebut Bajaj Dukung Ekosistem Bisnis Lokal
Ilustrasi UMKM / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Maxride Indonesia dan Bajaj RE berkomitmen memperluas dukungan terhadap ekosistem bisnis lokal di DIY melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM.
General Manager PT Max Auto Indonesia selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) resmi Bajaj RE, Antonio Gratiano, menjelaskan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung ekosistem bisnis lokal di Jogja. Ia menjelaskan bahwa Bajaj RE aktif berkolaborasi dengan berbagai jenama lokal seperti Dagadu, Arfa Barbershop, Sender Coffee, dan Susu Sarjana.
Advertisement
“Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dukungan Bajaj terhadap keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta upaya memperkuat keterlibatan transportasi lokal dalam rantai ekonomi kreatif Jogja,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (28/11/2025).
Perwakilan City Manager Maxride Kota Jogja, Budhie Trisaputra, menuturkan seluruh unit Bajaj Maxride beroperasi secara legal di Jogja. “Setiap kendaraan telah mengantongi Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) dan Sertifikat Uji Tipe (SUT) Kendaraan Bermotor yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan,” katanya.
BACA JUGA
Sementara itu, aplikasi Maxride telah memperoleh Surat Izin Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dari Kementerian Komunikasi dan Digital. “Seluruh unit yang digunakan adalah kendaraan pribadi berpelat hitam resmi, lengkap dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang diterbitkan Polri,” paparnya.
Ia berharap agar manfaat sosial dan peluang ekonomi tersebut dapat terus diperluas di Provinsi DIY, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung mobilitas urban dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Beberapa waktu lalu, pihaknya juga telah bertemu dengan DPRD Kota Jogja untuk membuka ruang dialog dengan pihak pemerintahan. Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Kota Jogja, FX Wisnu Sabdono Putro, menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah.
Menurut Wisnu, Maxride perlu memperhatikan aspek legalitas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. “Pentingnya sinergi antara pelaku industri transportasi dan pemangku kepentingan demi menjaga harmoni perjalanan masyarakat Jogja,” ungkapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Banjir Bandang Rendam Ratusan Hektare Lahan di Solok Sumbar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




