Advertisement
Antisipasi Nataru, Posko TIS Dibuka untuk Lindungi Wisatawan
Suasana pedestrian Malioboro pada momentum libur panjang Imlek, Minggu (26/1/2025). - Harian Jogja=Alfi Annissa Karin
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja membuka posko Tourist Information Service (TIS) di Malioboro dan Sonobudoyo untuk melindungi wisatawan dari potensi penipuan, saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Posko tersebut berfungsi memberikan informasi wisata, layanan pengaduan, dan bantuan bagi wisatawan ketika mengalami kebingungan atau membutuhkan informasi resmi.
Advertisement
“Kami mengimbau wisatawan yang ingin mengetahui informasi terkait wisata dapat menanyakan langsung kepada petugas di TIS. Kalau ada temuan [dugaan penipuan], tentu ada tindak lanjut,” kata Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Dinpar Kota Jogja, Yurnelis Piliang, Jumat (28/11/2025).
Selain itu, Dinpar juga menggandeng beberapa pihak seperti Dinpar DIY, pelaku wisata, serta sejumlah instansi terkait untuk menjaga kondusivitas pariwisata selama Nataru. Wisatawan juga diminta membuat laporan resmi jika menemukan dugaan penipuan sehingga bisa ditindaklanjuti sesuai prosedur.
BACA JUGA
Terkait kasus yang terjadi pada pertengahan November 2025. Di mana, seorang wisatawan mengeluhkan menjadi korban scam di kawasan Malioboro. Wisatawan tersebut mengaku ditawari produk kopi luwak, jasa pemandu wisata, dan layanan ojek daring dengan modus yang merugikan. Wisatawan itu kemudian melaporkan kejadian itu melalui Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (e-Lapor) DIY, Yurnelis pihaknya tengah mendalami laporan tersebut dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah kejadian serupa.
“Semuanya memang harus menjaga situasi Kota Jogja. Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan mengimbau agar hal seperti itu tidak terjadi lagi,” katanya.
Yurnelis menilai momentum libur Nataru sangat penting karena berpotensi mendatangkan puluhan ribu wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, antisipasi terkait keamanan wisata harus menjadi perhatian bersama karena kejadian scam dapat merusak citra pariwisata Yogyakarta.
“Kami berharap kasus seperti ini tidak terulang kembali pada momen liburan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- 23 Biopori Jumbo, Kelurahan Gedongkiwo Jogja Mandiri Kelola Sampah
- Bantul Berkomitmen Tekan Angka Stunting dengan TPPS
- Simulasi Keracunan Pangan Digelar di 8 Sekolah Sleman, Ini Jadwalnya
- Ruang Komputer SMP Nanggulan Dibobol, 14 Laptop Chromebook Lenyap
- Sosialisasi Perkoperasian Dukung UMKM dan Masjid di Code
Advertisement
Advertisement





