Advertisement
Sleman Uji Nitrit Sayuran Usai Kasus Keracunan MBG
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman melakukan uji laboratorium kandungan nitrat dan nitrit pada sayuran setelah muncul dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Eko Sugianto Ngadirin, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel komoditas pertanian untuk diuji kandungan nitrat dan nitritnya pada Rabu (26/11/2025).
Advertisement
DP3 Sleman telah menghubungi beberapa laboratorium pangan, baik di Universitas Gadjah Mada (UGM), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY, maupun Lab Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH).
“Namun, laboratorium itu belum bisa menguji kandungan nitrat dan nitrit pada komoditas sayuran. Kami mendapat rekomendasi untuk menguji ke Sucofindo di Bogor,” kata Eko saat dihubungi pada Jumat (28/11/2025).
BACA JUGA
Meskipun demikian, uji laboratorium juga masih belum dilakukan lantaran DP3 Sleman perlu mengambil sampel segar lagi. Sejumlah sampel seperti sayuran muda mengalami kerusakan.
“Lokasi sampel kami ambil di titik kumpul sayuran Pakem yang hasil panen sayurannya berasal dari Kapanewon Sleman dan Ngaglik,” ujarnya.
Plt. Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, mengatakan uji laboratorium juga dilakukan melalui Bidang Ketahanan Pangan.
Uji kandungan bahan kimia pada komoditas pangan sebenarnya telah DP3 lakukan pada Agustus 2025. Hanya, uji kandungan ini fokus pada residu pestisida pada bahan segar yang menjadi bahan baku menu MBG di lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hasil uji laboratorium terhadap sampel segar seperti buah, sayur, beras, bawang merah, dan bawang putih menunjukkan hasil yang aman. DP3 tidak menentukan sampel yang akan diuji. Pengambilan sampel menyesuaikan bahan segar yang dimiliki SPPG sebelum dilakukan proses pengolahan.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, meminta ada pembuktian atas klaim kandungan nitrit pada komoditas pertanian Sleman melalui uji laboratorium.
“Saya tidak ingin memberi tanggapan. Silakan uji laboratorium untuk memastikan kandungan nitrit itu,” kata Harda saat ditemui di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sleman, Kamis (27/11).
Sebelumnya, Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM, Profesor Sri Raharjo, menyampaikan memang ada kaitan antara penggunaan pupuk nitrogen (Urea dan/atau NPK) berlebihan dengan potensi keracunan makanan. Pupuk nitrogen yang diaplikasikan secara berlebihan dapat meningkatkan akumulasi nitrat pada tanaman, yang kemudian terkonversi menjadi nitrit.
Buah-buahan yang termasuk keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) seperti semangka dan mentimun merupakan tanaman yang sangat efisien menyerap nitrat dari tanah, terutama jika pemupukan berlebihan.
“Intinya, untuk memastikan kebenaran klaim penyebab keracunan makanan MBG akibat nitrit, perlu dilakukan pengukuran kadar nitrit pada sampel sayuran atau buah yang disajikan dalam menu,” ujar Sri Raharjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pengamat: Pencekalan oleh Kejagung untuk Efektifkan Penyidikan Pajak
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




