15 SMP di Sleman Direhabilitasi, Anggaran Capai Rp2,26 Miliar
Disdik Sleman merehabilitasi 15 SMP negeri pada 2026 dengan anggaran Rp2,2675 miliar. Kerusakan bangunan didominasi atap dan kayu keropos akibat rayap.
Suasana Jalan Malioboro saat long weekeng dipadati oleh wisatawan domestik dan mancanegara, Kamis (29/6/2023). Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menegaskan komitmen melestarikan andong sebagai simbol keistimewaan, budaya, dan daya tarik wisata utama di Kota Jogja yang harus terus dijaga.
“Ini [andong] harus dilestarikan. Kita tahu ya, di beberapa tempat alat transportasi tradisional itu sudah punah. Tetapi di Kota Jogja, di Malioboro, masih bisa dipertahankan,” ujarnya dalam Festival Andong di Gedung DPRD DIY pada Minggu (30/11/2025).
Lebih dari sekadar alat transportasi, Hasto menekankan bahwa andong telah menjadi simbol budaya dan identitas keistimewaan Kota Jogja. Dukungan Pemkot terhadap kegiatan seperti Festival Andong merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menjaga warisan tradisi tersebut agar tidak tergerus zaman.
“Andong akan kita pertahankan sebagai alat transportasi tradisional yang menandai keistimewaan Jogja, destinasi wisata, dan menjadi bagian dari atraksi menarik bagi wisatawan. Andong harus dipertahankan untuk selamanya,” tegasnya.
Di samping aspek pelestarian budaya, Wali Kota juga menyoroti pentingnya aspek kesejahteraan hewan penarik andong. Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan tenaga medis hewan untuk memastikan perawatan yang optimal bagi kuda andong dan meminta para kusir untuk lebih memperhatikan kesehatan hewan tunggangannya.
“Ayo kita membuat habitual kuda yang baik. Kuda ini punya perilaku bisa dititeni. Kapan harus buang air besar, kapan harus kencing, itu sudah ada waktunya. Kalau kuda menahan kencing bisa sakit dan berbahaya,” imbau Hasto.
Mengenai fasilitas pendukung, Hasto mengakui adanya ketimpangan antara jumlah andong yang beroperasi, yang mencapai 400–500 unit, dengan kapasitas parkir yang tersedia di Malioboro yang hanya dapat menampung 40–60 andong. Kondisi ini memaksa sebagian kusir menunggu dan mengantre di lokasi lain.
“Inilah yang baru kita pikirkan. Harus ada endapan untuk antre dan di tempat antre itu harus ada WC-nya Andong,” paparnya mengenai rencana perbaikan infrastruktur pendukung.
Keluhan serupa disampaikan oleh salah satu kusir andong, Dwi Kuscahyono, yang membenarkan bahwa keterbatasan tempat parkir menjadi kendala utama. Ia berharap Pemkot dapat segera menindaklanjuti dengan menambah fasilitas parkir yang memadai.
“Keluhan cuma di tempat [parkir andong]. Memang kurang memadai. Kalau liburan jalan macet, karena kendaraan pribadi susah cari parkir. Jadi kantong parkir paling penting untuk andong dan wisatawan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman merehabilitasi 15 SMP negeri pada 2026 dengan anggaran Rp2,2675 miliar. Kerusakan bangunan didominasi atap dan kayu keropos akibat rayap.
Kelurahan Gowongan mengedukasi orang tua tentang TBC pada anak sebagai upaya mencegah penularan dan mendukung pencegahan stunting.
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.
SIM Keliling Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo, Sabtu 31 Oktober 2026, termasuk layanan SIM Keliling di Kapanewon Nanggulan.
Menkeu Suahasil Nazara menyebut belanja negara naik sekitar Rp300 triliun akibat penanganan bencana dan kenaikan harga energi dunia.