Advertisement
Bantul Perpanjang Status Darurat Longsor Sriharjo Hingga 20 Desember
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat ditemui pada Jumat (5/12/2025). - Harian Jogja/Kiki Luqman
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Status tanggap darurat longsor di Sriharjo, Bantul diperpanjang hingga 20 Desember untuk memastikan pekerjaan rekonstruksi dan mitigasi selesai.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan keputusan memperpanjang masa tanggap darurat sekitar dua minggu ini didasari intensitas cuaca yang menunjukkan tren peningkatan menuju puncak musim hujan.
Advertisement
Selain itu, status tanggap darurat diperlukan sebagai dasar hukum untuk menggunakan dana cadangan penanganan bencana.
“Pernyataan tanggap darurat ini ada konsekuensi hukum. Kalau mau mengeluarkan dana cadangan harus ada pernyataan tanggap darurat yang didasari fakta, bukan perkiraan,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
BACA JUGA
Halim menjelaskan, ada dua pekerjaan utama yang kini dikebut di wilayah terdampak. Proyek pertama ialah rekonstruksi jalan beserta bronjong dan saluran air. Proyek lainnya adalah pembangunan akses sementara berupa jalan berbahan bambu. Seluruhnya masih bersifat sementara karena Pemda belum menetapkan desain konstruksi permanen.
“Tanahnya kan aluvial dan labil. Itu kita keruk lalu diganti tanah dari luar supaya lebih stabil. Dipasang juga saluran air dari daratan menuju sungai. Di pinggir sungai nanti dibangun talut dari bronjong,” papar Halim.
Meski tambahan waktu diberikan, Bupati menilai penyelesaian pekerjaan masih sulit dicapai hanya dalam 14 hari. Hal tersebut karena beberapa tahapan teknis, termasuk pengerjaan pengalihan aliran sungai, membutuhkan penanganan ekstra. “Sungainya pun dibuat aliran baru supaya airnya tidak minggir ke daratan,” jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amirudin, membenarkan bahwa perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan atas pertimbangan situasi di lapangan yang masih kompleks. “Sampai 14 hari ke depan yaitu tanggal 20 Desember, kita perpanjang karena pekerjaan darurat di lapangan belum selesai,” ujarnya.
Mujahid menambahkan, Pemkab Bantul akan terus memantau perkembangan pekerjaan dan dinamika cuaca, mengingat intensitas hujan diprediksi meningkat hingga memasuki Februari 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp48.600 per Kg
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Elang Jawa Terancam Punah, Pakar UGM Soroti Hilangnya Habitat
- Wabup Kulonprogo Nasihati Siswa, Tak Ada Orang Sukses karena Judol
- HUT SMAN 1 Depok Jadi Laboratorium Kreatif Siswa Sleman
- Perajin Bambu Cebongan Sleman Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
- DP3 Sleman Salurkan Modal untuk 24 Kelompok Ternak, Ini Daftarnya
Advertisement
Advertisement



