Advertisement
ISI Jogja Lolos Nasional iForte Dance Competition
Wu Light ISI Jogja wakili DIY ke tingkat nasional iForte Dance Competition. Para peserta menampilkan tarian terbaiknya kemudian dinilai oleh juri. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja dan SMK Negeri 5 Denpasar masing-masing keluar sebagai Juara 1 iForte National Dance Competition Inspirasi Diri untuk tingkat DIY. Dua kelompok seni tari ini akan mewakili DIY ke tingkat nasional.
Kompetisi ini diikuti kelompok seni mahasiswa dan pelajar. Final untuk tingkat DIY digelar pada Minggu (11/1/2026) malam di Ambarrukmo Plaza. Para peserta menampilkan tarian terbaiknya kemudian dinilai oleh juri.
Advertisement
Hasilnya untuk kategori SMA/SMK, Juara 1 diraih kelompok Semata dari SMK Negeri 5 Denpasar; Juara 2 kelompok Lunartana dari SMK Negeri 1 Kasihan Bantul dan Juara Evanore Dance 3 SMA Stella Duce 1 Yogyakarta. Adapun untuk kategori perguruan tinggi Juara 1 Wu Light dari ISI Jogja, Juara 2 Terrafic dari ISI Jogja dan juara 3 UNY, Patra Dance Company.
Perwakilan Wu Light ISI Jogja Kartika menjelaskan ia membawa tarian tentang inspirasi untuk anak muda. Di awal tarian ia membawakan dengan gerak yang ringan sebagai filosofi untuk terus bergerak dan tidak perlu takut dengan mencoba hal baru. Adapun di jelang akhir tarian timnya menyuguhkan tarian cepat sebagai bukti langkah nyata. Timnya akan berusaha maksimal untuk menuju grand final di tingkat nasional.
BACA JUGA
"Jadi setiap gerakan kami usahakan ada makna atau pesan yang ingin kami sampaikan. Khususnya bagaimana anak muda agar tidak takut gagal," katanya.
Kompetisi NDC ini digelar sejak 16 Oktober 2025 dengan diikuti lebih dari 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Kompetisi rutin itu menjadi bergengsi karena pelajar dan mahasiswa sangat antusias untuk menjadi peserta.
"iForte National Dance Competition ini tujuannya menumbuhkan rasa cinta budaya melalui kemasan modern agar generasi muda lebih bersemangat melestarikan kekayaan Indonesia," kata Silvi Liswanda, Vice President Director & Deputy CEO of iForte.
Ia menambahkan sebagian besar tim mampu menyuguhkan performa terbaiknya. Namun tim juri harus memilih satu untuk ditetapkan sebagai juara pertama. Secara umum selain peningkatan kuantitas, dari sisi kualitas pun bisa dilihat dari kreativitas para peserta. Mereka mampu menyuguhkan keragaman budaya Indonesia.
"Harapan kami acara ini semakin membuat generasi muda menjadi semangat untuk mencintai budaya lagi, bahwa budaya Indonesia itu indah sekali, bisa dikemas dengan sangat modern, membuat antusiasnya semakin banyak lagi dari generasi muda yang akan suka," ujarnya.
Adapun untuk DIY total ada lebih dari 50 grup yang mendaftar kemudian diseleksi tersisa 21 tim. Para peserta seluruhnya tampil maksimal, bahkan penggunaan kostum mereka pun totalitas tidak setengah-setengah. "Maka tadi disampaikan bahwa ada peningkatan dari sisi kualitas juga. Ada kreativitas yang muncul baik dari kostum, tarian maupun musiknya," kata General Manager Marketing Communication iForte Victor Sihombing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Abrasi hingga Lahan Jadi Alasan Kampung Nelayan di Kulonprogo Ditolak
- Jejak Diduga Macan Gegerkan Semanu, Muncul 2 Kali dalam 10 Hari
- Titik Terang Relokasi SDN Nglarang, Bangunan Baru Segera Dibangun
- Jembatan Sentolo-Nanggulan Ambles, Pemkab Bangun Jembatan Darurat
- Progres Program Prabowo di Gunungkidul, Sekolah Rakyat Terkendala
Advertisement
Advertisement





