Advertisement

Pemkab Bantul Naikkan Anggaran KB Pria Jadi Rp50 Juta

Yosef Leon
Senin, 12 Januari 2026 - 17:17 WIB
Maya Herawati
Pemkab Bantul Naikkan Anggaran KB Pria Jadi Rp50 Juta Vasektomi / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mengalokasikan anggaran Rp50 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk mendukung program Keluarga Berencana (KB) pria melalui Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi, seiring melonjaknya minat pria menjadi akseptor.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bantul menyiapkan anggaran sebesar Rp50 juta dari APBD untuk mendukung program Keluarga Berencana (KB) pria melalui Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi pada 2026. Nilai tersebut meningkat 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp25 juta.

Advertisement

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DP3AP2KB Bantul, Suprabandari, mengatakan peningkatan anggaran dilakukan seiring melonjaknya minat pria mengikuti program KB. Bahkan, hingga akhir 2025 masih terdapat daftar tunggu (waiting list) akseptor MOP sebanyak 37 orang.

“Peminat MOP sekarang meningkat. Tahun 2025 sudah berakhir, tetapi waiting list masih ada 37 orang. Ini menunjukkan kesadaran pria untuk ber-KB makin tinggi,” kata Suprabandari, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, setiap akseptor MOP di Bantul memperoleh apresiasi berupa uang tunai sebesar Rp1 juta. Dengan total anggaran Rp50 juta, kuota penerima insentif tersebut terbatas hanya untuk 50 orang pertama. Selain insentif dari APBD, pelaksanaan program juga didukung biaya operasional dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk kebutuhan medis, bahan habis pakai, hingga jasa tenaga kesehatan.

Untuk layanan, MOP dapat dilakukan di Rumah Sakit DKT dan RSUP Dr. Sardjito. Sementara itu, Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi dilayani di RS Panembahan Senopati, RSUP Dr. Sardjito, dan RS DKT. Pendaftaran peserta dilakukan melalui Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di balai KB masing-masing kapanewon.

“Daftarnya lewat PLKB di kapanewon. Dari situ nanti dijadwalkan pelayanannya,” jelasnya.

Kepala DP3AP2KB Bantul, Ninik Istitarini, menyatakan tingkat kepesertaan KB aktif di Bantul tergolong baik karena sudah melampaui 70 persen, atau tepatnya mencapai 73,98 persen. Pasangan usia subur tertinggi berada di Kapanewon Kasihan yang mencapai 11.752 pasangan, dengan 9.017 pasangan tercatat sebagai peserta KB aktif.

Berdasarkan data, penggunaan alat kontrasepsi di wilayah tersebut didominasi metode suntik sebanyak 2.294 akseptor, kondom 3.276 akseptor, pil 413 akseptor, implan 303 akseptor, MOW 307 akseptor, dan MOP sebanyak 19 akseptor. “Rata-rata capaian peserta KB aktif se-Bantul mencapai 73,98 persen. Itu sudah di atas target 70 persen, sehingga termasuk baik,” kata Ninik.

Ia menilai meningkatnya partisipasi pria dalam program KB menandai perubahan pola pikir masyarakat. Program KB tidak lagi dipandang semata sebagai tanggung jawab perempuan, melainkan telah menjadi peran bersama dalam keluarga di Bantul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN, Disambut Dengan Penuh Optimisme

Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN, Disambut Dengan Penuh Optimisme

News
| Senin, 12 Januari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement