Advertisement
Tanah Ambles di Girikarto Gunungkidul, Warga Siap Menguruk
Foto ilustrasi tanah ambles, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Padukuhan Bolang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, bersiap gotong royong menguruk tanah ambles di rumah Sujanto, sembari menunggu koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.
Lurah Girikarto, Panggang, Sumardiyono, mengatakan peristiwa tanah ambles di rumah warga Padukuhan Bolang telah berlangsung hampir satu pekan. Pemilik rumah, Sujanto, hingga kini masih mengungsi ke rumah orang tuanya demi alasan keselamatan.
Advertisement
“Pemilik dan empat anggota keluarganya trauma dan takut sehingga memilih mengungsi,” kata Sumardiyono saat dihubungi, Senin (12/1/2026).
Menurut dia, warga telah berinisiatif melakukan pengurukan di lokasi tanah ambles. Sebanyak dua truk tanah uruk sudah disiapkan dan ditempatkan di sekitar lokasi, tinggal menunggu pelaksanaan kerja bakti.
“Ada warga yang membantu tanah uruk sebanyak dua dump truk dan sudah ditaruh di dekat lokasi yang ambles,” katanya.
Meski demikian, hingga kini penimbunan belum dilakukan. Sumardiyono menjelaskan, pengurukan tertunda karena pemilik rumah masih mengalami trauma. Selain itu, volume tanah yang tersedia juga dinilai belum mencukupi untuk menutup seluruh rongga.
Ia menambahkan, proses penanganan tetap memerlukan koordinasi dengan BPBD untuk memastikan kondisi keamanan di sekitar lokasi.
“Kami tunggu hasil koordinasi dengan BPBD. Yang jelas warga siap bekerja bakti, tapi juga butuh tambahan karena untuk menutup lubang dibutuhkan tanah uruk sebanyak tujuh truk,” katanya.
Sebelumnya, Dukuh Bolang, Sukirjo, mengatakan tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan tanah ambles di dalam rumah milik Sujanto terjadi. Peristiwa tersebut baru diketahui pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, saat pemilik rumah membersihkan area sekitar bangunan.
Meski demikian, terdapat dugaan tanah ambles berkaitan dengan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
“Tahunya dari pondasi ada lubang dan berongga sampai di area dapur sudah ada rongga yang cukup besar. Setelah dicek lebarnya enam meter dengan panjang empat meter. Adapun kedalamannya sekitar tiga meter,” kata Sukirjo kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).
Akibat kejadian tersebut, Sujanto bersama empat anggota keluarganya tidak berani tinggal di rumah. Untuk sementara, mereka mengungsi ke rumah orang tua yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi.
“Sangat rawan kalau terjadi amblesan susulan. Makanya pemilik rumah mengungsi,” kata Sukirjo.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, membenarkan adanya peristiwa tanah ambles di rumah Sujanto. Pihaknya telah melakukan pengecekan awal terhadap kondisi lokasi serta dampak kejadian.
“Sudah dicek dan sementara keluarga korban sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung rencana kerja bakti warga di sekitar lokasi. Berdasarkan kajian awal, kerugian sementara akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta.
“Dari kajian awal, kerugian sementara akibat peristiwa ini sekitar Rp10 juta,” katanya.
Penanganan tanah ambles di Girikarto ini diharapkan segera terealisasi agar rumah Sujanto kembali aman ditempati dan risiko amblesan susulan dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Trump Unggah Gambar Presiden Sementara Venezuela di Truth Social
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



