Advertisement

Pemkot Jogja Targetkan Kemiskinan Turun ke 5 Persen pada 2026

Stefani Yulindriani Ria S. R
Selasa, 13 Januari 2026 - 23:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Pemkot Jogja Targetkan Kemiskinan Turun ke 5 Persen pada 2026 Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan penurunan angka kemiskinan pada 2026 berada di kisaran 5%, melanjutkan tren penurunan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyebut angka kemiskinan di Kota Jogja saat ini berada pada level 6,14%, atau sekitar 28.580 jiwa. Angka tersebut turun sekitar 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Advertisement

“Sejak 2023 tren kemiskinan terus menurun. Dari 6,49% turun menjadi 6,14%. Karena itu target kami pada 2026 berada pada rentang 5,26–6,25%,” ujar Hasto, Selasa (13/1/2026).

Fokus pada Pemenuhan Kebutuhan Pangan

Hasto menekankan bahwa faktor pemenuhan makanan masih menjadi penentu utama status kemiskinan. Karena itu, Pemkot Jogja memperkuat berbagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Jangan sampai masih ditemukan warga miskin karena persoalan keterpenuhan makanan,” ujarnya.

Untuk menjaga ketahanan pangan, Pemkot Jogja memperkuat sistem pendukung seperti food bank, sekaligus melengkapi program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, lansia, dan ibu hamil.

Namun Hasto mengakui, semakin kecil angka kemiskinan, semakin besar pula tantangan untuk menurunkannya. Oleh sebab itu, langkah penguatan sistem dan kolaborasi menjadi kunci.

Kemiskinan Ekstrem Dituntaskan

Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri, mengatakan bahwa kategori penduduk miskin ekstrem di Kota Jogja telah berhasil ditangani pada 2025. Dari total 28.580 penduduk miskin, sebanyak 2.260 orang sebelumnya masuk kategori miskin ekstrem.

Ia menyebut capaian itu didukung sejumlah program penanggulangan kemiskinan yang berjalan tahun lalu, seperti food bank, program pemberdayaan Gandeng Gendong, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), serta berbagai intervensi lainnya.

“Untuk mempercepat penurunan kemiskinan, Pemkot Jogja akan menerapkan pendekatan strategis melalui prinsip money follow program dan refocusing anggaran pada 2026,” jelas Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Banjir dan Angin Kencang Terjang Empat Kabupaten di NTB, Satu Tewas

Banjir dan Angin Kencang Terjang Empat Kabupaten di NTB, Satu Tewas

News
| Rabu, 14 Januari 2026, 01:17 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement