Advertisement
KDMP Tamanmartani Raih Pinjaman LPDB Rp750 Juta
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Kalasan, Sleman, memperkuat permodalan usaha setelah berhasil mencairkan pinjaman Rp750 juta dari LPDB KUMKM RI. Adapun pengajuan awal dari KDMP Tamanmartani ke LPDB KUMKM RI adalah sebesar Rp1,5 miliar.
Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, menjelaskan bahwa dana pinjaman tersebut telah dialokasikan untuk mengisi stok gerai usaha, mulai dari penyediaan pupuk hingga bahan pokok (sembako). Selain itu, pihaknya tengah gencar melakukan ekspansi bisnis melalui skema kolaborasi.
Advertisement
“Kami sedang memproses nota kesepahaman (MoU) dengan Amigo untuk kerja sama titip jual pakaian di koperasi kami dengan sistem bagi hasil. Targetnya, bulan depan proses kerja sama ini sudah selesai,” ujar Mawardi saat dihubungi, Senin (12/1/2026).
Mawardi menambahkan, selain sektor perdagangan, KDMP Tamanmartani juga mendapatkan dukungan pengembangan usaha di sektor perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
BACA JUGA
Target 86 KDMP Beroperasi pada 2026
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman, Sutiasih, memaparkan bahwa hingga akhir 2025, tercatat baru 30 KDMP di Bumi Sembada yang telah beroperasi secara penuh.
Menurutnya, KDMP di Sleman menunjukkan perkembangan positif pada tahun kedua, baik dari sisi kelembagaan maupun aset. Beberapa koperasi bahkan sudah terlibat dalam proyek strategis nasional. "Ada KDMP yang telah menjadi pemasok (supplier) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya KDMP Sidoarum di Kapanewon Godean," kata Sutiasih.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinkop UKM Sleman, Dewi Pratika Damayanti, menargetkan seluruh 86 KDMP di Sleman dapat beroperasi pada 2026. Ia mencatat, meski seluruh KDMP sudah memiliki kantor, baru 30 koperasi yang memiliki gerai usaha aktif.
Pentingnya Partisipasi Anggota dalam Permodalan
Dewi menekankan bahwa kekuatan utama KDMP terletak pada simpanan pokok dan wajib anggotanya. Jumlah anggota yang besar secara langsung akan memperkuat modal kerja koperasi.
Ia mencontohkan kesuksesan KDMP Tamanmartani yang kini memiliki sekitar 1.000 anggota berkat peran aktif pemerintah kalurahan. Dengan simpanan pokok sebesar Rp100.000 per orang, koperasi tersebut mampu menghimpun modal awal sebesar Rp100 juta.
“Ditambah lagi dengan simpanan wajib Rp5.000 per orang setiap bulannya. Peningkatan jumlah anggota ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah kalurahan setempat,” pungkas Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hadapi Rusia, Inggris Siapkan Rudal Nightfall untuk Ukraina
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



