Advertisement
Rakernas III IGRA 2026 Perkuat Peran Guru RA Nasional
Ketua Umum PP IGRA, Euis Susilawati (kanan) menyerahkan cendera mata kepada Kakanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej seusai membuka Rakernas III PP IGRA di Kota Jogja, Selasa (13/1 - 2026). Dokumentasi Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) 2026 digelar di Kota Jogja sebagai langkah konsolidasi nasional untuk memperkuat peran guru RA dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini.
Rakernas III IGRA yang berlangsung pada 13–15 Januari 2026 ini menjadi forum evaluasi dan perumusan program unggulan organisasi. Fokus utama diarahkan pada penguatan kapasitas guru, tata kelola organisasi, serta akselerasi program yang berdampak langsung di satuan pendidikan RA.
Advertisement
Ketua Umum PP IGRA Euis Susilawati menegaskan pentingnya organisasi bergerak adaptif dan kolaboratif menghadapi tantangan pendidikan anak usia dini. Menurutnya, guru RA memegang peran strategis dalam membangun fondasi karakter generasi bangsa sejak usia dini.
Ketua Umum PP IGRA, Euis Susilawati mengatakan, Rakernas itu jadi ruang strategis untuk evaluasi, perumusan kebijakan, dan penguatan komitmen bersama. Menurutnya, Rakernas III menjadi titik temu gagasan, pengalaman, dan inovasi pimpinan wilayah dalam merancang program kerja yang realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi peningkatan mutu layanan RA.
BACA JUGA
“Rakernas ini adalah ruang muhasabah sekaligus ruang lompatan. Kami ingin memastikan setiap program IGRA benar-benar menjawab kebutuhan guru RA di lapangan, bukan hanya rapi di dokumen, tetapi nyata dalam praktiknya,” kata Euis, Selasa (13/1/2026).
Ia menekankan bahwa akselerasi program unggulan harus dibarengi dengan penguatan nilai, integritas, dan kerja kolektif. Soliditas organisasi dari pusat hingga daerah, lanjutnya, menjadi kekuatan utama IGRA, yang ditopang pula dengan keikhlasan para guru RA yang tetap menjaga mutu pendidikan meski bekerja dalam keterbatasan.
“Guru RA adalah pondasi pendidikan karakter bangsa. Jika ini rapuh, bangunan di atasnya akan goyah. Karena itu, IGRA harus hadir sebagai rumah bersama yang menguatkan, melindungi, dan memberdayakan guru RA,” katanya.
Lebih lanjut, Rakernas III diarahkan untuk melahirkan keputusan strategis yang adaptif terhadap perubahan zaman, mulai dari penguatan kapasitas guru, tata kelola organisasi yang profesional, hingga sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. “IGRA tidak cukup hanya besar secara jumlah, tetapi harus matang secara pemikiran dan kuat secara gerakan,” kata Euis.
Rakernas III diikuti oleh unsur Pimpinan Pusat IGRA, utusan Pimpinan Wilayah IGRA se-Indonesia, Majelis Hikmah, Dewan Pakar, serta mitra lainnya. Agenda kegiatan meliputi sidang pleno, sidang komisi, pemaparan narasumber nasional, penguatan kapasitas organisasi, serta presentasi program unggulan dari masing-masing bidang.
Melalui Rakernas III IGRA 2026, organisasi guru RA meneguhkan komitmen menjadi wadah yang berdaya, profesional, dan bermanfaat dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bantul Percepat Mekanisasi Pertanian lewat 17 Bantuan Alsintan
- Longsor Gedangsari Putus Akses Warga, BPBD Siapkan Alat Berat
- Cuaca Ekstrem Rusak 5 Wilayah DIY, Pohon Tumbang Paling Banyak
- 1.337 Keluarga di Bantul Lulus Mandiri dan Keluar dari Program PKH
- Pelajar Meninggal Ditabrak Bus di Dekat SPBU di Temon Kulonprogo
Advertisement
Advertisement





