Advertisement
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Pantai Baron 14 Januari, Tarif Rp26.000
Bus KSPN MalioboroPantai Baron kembali beroperasi 14 Januari 2026 dengan tarif Rp26.000 PP. Akses wisata nyaman ke Pantai Baron Gunungkidul. - Instagram.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Layanan angkutan wisata Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) rute Malioboro–Pantai Baron kembali melayani penumpang mulai Rabu (14/1/2026) dengan tarif Rp26.000 per orang untuk perjalanan, sebagai upaya memperkuat konektivitas pariwisata DIY.
Bus KSPN Malioboro–Pantai Baron dioperasikan oleh PO Sinar Jaya dengan skema perjalanan langsung dari kawasan Malioboro menuju Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, tanpa pemberhentian di tengah rute. Pola ini dirancang untuk memberikan efisiensi waktu tempuh sekaligus kenyamanan bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi pantai selatan DIY.
Advertisement
Selain menjadi alternatif transportasi wisata yang terjangkau, pengoperasian Bus KSPN juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan pribadi menuju kawasan wisata Gunungkidul, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Layanan ini sejalan dengan program pengembangan transportasi pariwisata berkelanjutan yang terus didorong Pemda DIY.
Bus KSPN Malioboro–Pantai Baron melayani keberangkatan dari depan Gedung Bank Indonesia Malioboro menuju area parkir Pantai Baron. Wisatawan dapat memesan tiket secara daring melalui aplikasi Traveloka dan RedBus.
BACA JUGA
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Pantai Baron Rabu 14 Januari 2026
Dari Malioboro (BI) ke Pantai Baron
07.30 WIB
08.30 WIB
10.00 WIB
Dari Terminal Pantai Baron ke Malioboro (BI)
12.00 WIB
14.30 WIB
16.00 WIB
Dengan tarif Rp26.000 untuk perjalanan pulang-pergi, layanan ini menjadi pilihan transportasi wisata yang aman, nyaman, dan ramah di kantong bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Keberlanjutan layanan Bus KSPN Malioboro–Pantai Baron diharapkan dapat memperkuat akses wisata menuju pantai selatan Gunungkidul, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta mendukung pengembangan pariwisata DIY yang terintegrasi, inklusif, dan berdaya saing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





