Advertisement

Waspada Super Flu, Kampus Diminta Perkuat Edukasi Kesehatan

Sunartono
Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:17 WIB
Sunartono
Waspada Super Flu, Kampus Diminta Perkuat Edukasi Kesehatan Ilustrasi seseorang flu - Freepik\\r\\n

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Tingginya mobilitas dan intensitas interaksi menjadikan kampus sebagai salah satu lingkungan rentan penularan super flu. Dokter Spesialis Penyakit Dalam UMY Agus Widyatmoko mengimbau civitas academica meningkatkan kewaspadaan melalui edukasi pencegahan dan kedisiplinan menjaga kesehatan.

Aktivitas tatap muka yang padat dan jejaring pergaulan luas membuat virus influenza lebih mudah menyebar di lingkungan pendidikan. Penggunaan masker saat sakit dan kebiasaan mencuci tangan menjadi langkah sederhana namun efektif mencegah penularan.

Advertisement

Selain itu, vaksinasi influenza dinilai tetap relevan untuk menurunkan risiko sakit berat akibat super flu, terutama bagi individu dengan daya tahan tubuh rendah atau memiliki penyakit penyerta.

Agus menjelaskan, karakter utama varian influenza tersebut terletak pada kemampuannya beradaptasi sehingga lebih mudah menghindari sistem imun tubuh. Kondisi ini membuat penularannya berlangsung lebih cepat dibandingkan influenza musiman. Namun demikian, mutasi yang terjadi masih terbatas pada permukaan virus dan belum menunjukkan perubahan signifikan yang berpotensi memicu pandemi dengan angka kematian tinggi.

“Yang cepat itu penularannya, bukan tingkat keparahannya. Masyarakat tidak perlu panik, yang penting adalah memahami cara pencegahan dan mengenali gejalanya,” ujar Agus, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Ia menyebutkan, gejala super flu umumnya muncul secara mendadak, seperti demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot yang intens, serta kelelahan ekstrem. Meski begitu, sebagian besar kasus dapat pulih dengan baik apabila ditangani secara tepat dan tidak disertai penyakit penyerta.

Dalam upaya pencegahan, vaksinasi influenza musiman masih dinilai efektif untuk menurunkan risiko sakit berat, meskipun perlindungannya dapat sedikit berkurang akibat mutasi virus. Selain vaksinasi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit.

Agus mengingatkan pentingnya etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan secara rutin, serta penggunaan masker saat sedang sakit. Menurutnya, langkah sederhana tersebut memiliki dampak besar dalam memutus rantai penularan.

“Mitigasi bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama. Jika sedang sakit, gunakan masker dan batasi interaksi dengan orang lain,” tegasnya.

Ia juga menyoroti lingkungan kampus sebagai salah satu ruang yang memiliki risiko penularan cukup tinggi akibat padatnya aktivitas tatap muka dan tingginya mobilitas mahasiswa. Oleh karena itu, kesadaran kolektif civitas academica dinilai sangat penting untuk menjaga lingkungan belajar tetap aman dan sehat.

“Mahasiswa memiliki mobilitas tinggi dan jejaring pergaulan luas. Satu orang yang sakit bisa menularkan ke banyak orang jika tidak disiplin menjaga kesehatan,” imbuhnya.

Agus mendorong mahasiswa dan seluruh civitas academica untuk tidak memaksakan diri beraktivitas saat sakit, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala berat seperti demam tinggi berkepanjangan, nyeri otot hebat, atau gangguan pernapasan. Deteksi dan penanganan dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi.

Melalui edukasi berkelanjutan, UMY berharap kesadaran kesehatan dapat semakin menguat, sehingga aktivitas akademik tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan publik.

Melalui penguatan edukasi dan kesadaran kolektif pencegahan super flu, lingkungan kampus diharapkan tetap menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruh civitas academica.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Korban Serangan AS ke Venezuela Tembus 83 Orang

Korban Serangan AS ke Venezuela Tembus 83 Orang

News
| Sabtu, 17 Januari 2026, 13:47 WIB

Advertisement

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Wisata
| Sabtu, 17 Januari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement