Advertisement

Sociopreneurship Jadi Ruang Baru Transformasi Ilmu Psikologi

Newswire
Sabtu, 17 Januari 2026 - 05:07 WIB
Sunartono
Sociopreneurship Jadi Ruang Baru Transformasi Ilmu Psikologi Innovation Creation Week UMBY dorong mahasiswa psikologi menjadi sociopreneur muda lewat inovasi psikologi terapan berdampak sosial. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sociopreneurship kini menjadi ruang baru bagi pengembangan ilmu psikologi, tidak hanya sebagai pendekatan akademik, tetapi juga sebagai solusi kreatif atas persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Konsep ini ditunjukkan melalui Innovation Creation Week (ICW) #2 dan #3 yang digelar di Jogja pada Selasa (6/1/2026).

Pendekatan kewirausahaan sosial tersebut dikemas dalam agenda yang mempertemukan teori psikologi terapan dengan praktik inovasi berkelanjutan. Melalui ICW, mahasiswa didorong untuk mengolah keilmuan psikologi menjadi produk, program, maupun layanan yang berorientasi pada kesejahteraan psikologis serta memiliki nilai guna langsung bagi masyarakat.

Advertisement

Kegiatan ICW diselenggarakan oleh Laboratorium Sociopreneurship Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dan berlangsung secara paralel melalui ICW #2 dan ICW #3. Agenda ini dirancang sebagai wadah pengembangan ide inovatif berbasis keilmuan psikologi yang memiliki dampak sosial nyata.

Mengusung tema “Psychopreneur Showcase: From Knowledge to Impact”, ICW #2 menampilkan kolaborasi mahasiswa Pendidikan Profesi Psikologi Angkatan 4. Sebanyak 10 kelompok mahasiswa mempresentasikan produk dan gagasan intervensi psikologis yang disiapkan untuk dapat diimplementasikan di tengah masyarakat.

Kepala Laboratorium Sociopreneurship Psikologi UMBY, Nanda Yunika Wulandari, menjelaskan bahwa Psychopreneur Showcase menjadi sarana pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa untuk melihat peluang pengembangan pendekatan psikologi ke dalam bentuk kewirausahaan sosial yang solutif dan berkelanjutan.

“Berbagai inovasi yang ditampilkan berangkat dari kebutuhan nyata di masyarakat, mulai dari intervensi psikologis berbasis komunitas, program pemberdayaan, hingga produk terapan yang berlandaskan nilai-nilai psikologi,” ujarnya.

Ragam inovasi yang dipamerkan pun cukup variatif, antara lain Totebag Lukis sebagai media ekspresi emosi, The Unsent Letter Box, Art Therapy Mandala, Mood Palette, hingga parfum PsyCalm. Selain itu, terdapat Love Smart Monopoly, lilin aromaterapi, affirmation cards, gratitude journal, serta stiker pengenalan emosi bertajuk “FeelMe”.

Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, menilai kegiatan ini tidak sekadar menjadi bagian dari penilaian akademik mahasiswa. Menurutnya, ICW memberikan gambaran konkret tentang bagaimana ilmu psikologi dapat diimplementasikan dalam bentuk produk yang memiliki nilai komersial sekaligus dampak sosial.

“Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung bagaimana keilmuan psikologi dapat diwujudkan menjadi produk asesmen maupun intervensi yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada ICW #3 yang menghadirkan dosen sekaligus penulis UMBY, Martaria Rizky Rinaldy. Dalam sesi bedah proses kreatif, ia menyoroti pentingnya konsistensi dalam berkarya dan mengelola ide secara berkelanjutan.

“Rasa jenuh dan kebuntuan ide adalah hal yang wajar. Kuncinya adalah memberi jeda, membangun dorongan dari dalam diri, dan membuka peluang kolaborasi,” tuturnya.

Salah satu peserta, Khubaib Adi Prabowo, mengungkapkan bahwa ICW memberinya perspektif baru mengenai dunia kewirausahaan berbasis ilmu psikologi. Ia melihat peluang besar pemanfaatan psikologi sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“ICW menjadi bekal penting bagi kami sebagai calon psikolog agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan memberikan dampak nyata,” ungkapnya.

Melalui Innovation Creation Week, Fakultas Psikologi UMBY menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan generasi psychopreneur muda yang mampu mengintegrasikan keilmuan psikologi dengan praktik sociopreneurship yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kasus Keamanan Pangan MBG Turun, BGN Kejar Sertifikasi SPPG

Kasus Keamanan Pangan MBG Turun, BGN Kejar Sertifikasi SPPG

News
| Selasa, 20 Januari 2026, 17:47 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement