Advertisement
Stipram Jogja Genjot Kerja Sama Internasional untuk Mahasiswa 2026
Kegiatan Welcome 2026 digelar di Stipram Jogja. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Stipram Jogja terus memperluas jaringan kerja sama internasional melalui program magang bagi mahasiswa tahun 2026, mendorong kompetensi global dan pengalaman kerja standar internasional.
Dosen sekaligus Ketua Panitia Welcome 2026 Stipram Jogja, Rakhmat Ashartono, menyebut kegiatan yang melibatkan pihak eksternal ini sebagai wujud rasa syukur sekaligus refleksi atas pencapaian kampus di bidang kerja sama luar negeri. Pada 2025, STIPRAM Jogja berhasil ditetapkan sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di DIY untuk urusan kerja sama internasional.
Advertisement
“Kami ingin membuka lembaran baru di 2026. Selain itu, kami berharap seluruh kerja sama internasional yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan, sehingga kualitas kampus semakin terangkat, khususnya dalam jaringan luar negeri. Alhamdulillah, Stipram menjadi salah satu PTS unggulan di Jogja dalam hal ini,” ujar Rakhmat, Minggu (18/1/2026).
Program magang internasional menjadi inisiatif paling aktif dalam kerja sama luar negeri STIPRAM. Menurut Rakhmat, ketidakpastian politik global akhir-akhir ini tidak mengganggu perencanaan kampus, karena setiap negara tujuan telah melalui pemetaan matang sebelumnya.
BACA JUGA
Dari sekitar seratus mahasiswa peserta, mayoritas memilih Jepang sebagai tujuan utama. Negara lain yang menjadi pilihan termasuk Malaysia, China, Taiwan, Spanyol, Turki, dan Australia. Sementara kerja sama dengan Amerika Serikat saat ini tengah dalam tahap evaluasi ulang.
“Pendampingan dan monitoring tetap berjalan melalui bagian kerja sama dan kemahasiswaan, dengan dukungan training officer. Komunikasi dan konsultasi dengan mahasiswa selalu terbuka agar mereka merasa nyaman dan tenang selama magang di luar negeri,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Stipram Jogja, Suhendroyono, menambahkan mahasiswa bisa mendaftar program ini sejak semester 2. Jadwal keberangkatan akan menyesuaikan kebutuhan negara tujuan, dengan kemungkinan berangkat 2–3 bulan setelah pendaftaran. Sebelum berangkat, mahasiswa mendapat bekal dan persiapan agar siap menghadapi tantangan di luar negeri.
“Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memperkuat reputasi kampus sebagai perguruan tinggi swasta unggulan dalam kerja sama internasional,” ujar Suhendroyono.
Program ini menjadi salah satu strategi untuk mempersiapkan mahasiswa yang siap bersaing secara global sekaligus memperkuat jaringan internasional kampus, memastikan kualitas pendidikan terus meningkat di era globalisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ahok dan Jonan Jadi Saksi di Kasus Korupsi Tata Kelola Pertamina
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



