Advertisement
Koperasi Desa Merah Putih Gunungkidul Terima 60.000 Benih Lele
Ilustrasi Ikan lele - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan Pemkab Gunungkidul. Kali ini, dua Koperasi Desa Merah Putih di Kalurahan Karangrejek, Wonosari dan Genjahan, Ponjong mendapatkan bantuan 60.000 benih ikan lele untuk pengembangan usaha budidaya.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp645 juta yang disalurkan kepada Pemkab Gunungkidul untuk memperkuat unit usaha budidaya ikan air tawar di tingkat desa.
Advertisement
Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Purnomo Sumardamto, mengatakan bantuan diberikan dalam bentuk pembangunan kolam budidaya beserta sarana pendukungnya.
“Bantuan sudah diberikan dengan penebaran benih ikan lele. Yang mendapat bantuan ada Koperasi Desa Merah Putih Karangrejek dan Genjahan,” kata Damto, Senin (19/1/2026).
BACA JUGA
Bangun 24 Kolam Sistem Bioflok
Ia menjelaskan, bantuan mencakup pembangunan tiga paket kolam budidaya, dengan masing-masing paket terdiri atas delapan kolam berdiameter empat meter.
“Jadi, total ada 24 kolam budidaya ikan yang dibangun. Untuk model budidaya menggunakan sistem bioflok,” katanya.
Selain infrastruktur kolam, setiap kolam juga mendapat 2.500 benih ikan lele, sehingga total benih yang disalurkan mencapai 60.000 ekor untuk dua koperasi penerima.
“Selain itu, juga ada bantuan pakan, obat-obatan hingga pelatihan pengelolaan kolam,” lanjutnya.
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut positif bantuan tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memperkuat unit usaha koperasi, tetapi juga memiliki manfaat strategis bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Jadi ada manfaatnya karena hasil panen dapat untuk memasok kebutuhan lauk di program Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Mbak Endah menambahkan, penerapan sistem bioflok memungkinkan pengelolaan budidaya dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Limbah hasil budidaya ikan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk tanaman sayuran.
“Tidak hanya untuk memasok Makan Bergizi Gratis, tapi juga dapat memperkuat ketahanan pangan di masyarakat dengan model pertanian terpadu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- SIM Keliling Polda DIY Beroperasi Senin 19 Januari 2026, Ini Lokasinya
- Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Senin 19 Januari 2026, Ini Lokasinya
- Jadwal KA Bandara YIA Senin 19 Januari 2026, Layani Hingga Malam
- Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Januari 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SIM Keliling Kota Jogja Buka Senin 19 Januari 2026, Ini Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




