Advertisement

Puluhan Dapur MBG Bantul Belum Kantongi SLHS, Ini Rinciannya

Kiki Luqman
Selasa, 20 Januari 2026 - 14:07 WIB
Maya Herawati
Puluhan Dapur MBG Bantul Belum Kantongi SLHS, Ini Rinciannya Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantul telah melayani kebutuhan gizi anak, namun sebagian besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan kelayakan pengolahan makanan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menilai sertifikasi higiene sanitasi menjadi benteng utama untuk mencegah risiko gangguan kesehatan, terutama potensi keracunan pangan dari menu MBG yang dikonsumsi setiap hari. Standar ini memastikan seluruh tahapan pengolahan, mulai dari bahan baku hingga distribusi, memenuhi kaidah kesehatan.

Advertisement

Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, menyampaikan bahwa hingga akhir 2025 terdapat 87 SPPG di wilayah Bantul. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 unit sudah beroperasi, namun baru sebagian yang berhasil menuntaskan sertifikasi.

“Dari 87 itu yang sudah beroperasi sudah ada sekitar 60-an. Dan yang sudah mempunyai SLHS itu ada 27 SPPG,” katanya, Selasa (20/1/2026).

Melihat kondisi itu, Dinkes Bantul mendorong pengelola SPPG yang belum bersertifikat agar segera melengkapi seluruh persyaratan administratif maupun teknis. Upaya ini dinilai penting untuk menjamin proses pengolahan makanan berjalan aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan.

“Untuk SPPG yang lainnya juga masih proses. Semoga nanti bisa segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Syamsu Aryanto, menjelaskan bahwa penerbitan SLHS tidak dapat dilakukan secara instan. Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, mulai dari pelatihan keamanan pangan hingga pemeriksaan laboratorium terhadap aspek sanitasi.

“Kalau yang pelatihan keamanan pangan hampir semuanya sudah. Yang lainnya masih proses untuk perbaikan di beberapa syaratnya,” ujarnya.

Proses berlapis tersebut menjadi bagian dari penguatan kualitas layanan MBG di Bantul, terutama dalam memastikan setiap SPPG benar-benar siap secara teknis sebelum melayani distribusi makanan bergizi kepada anak-anak di berbagai wilayah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kisah Terakhir Yoga Naufal Sebelum Pesawat IAT Hilang Kontak

Kisah Terakhir Yoga Naufal Sebelum Pesawat IAT Hilang Kontak

News
| Selasa, 20 Januari 2026, 16:47 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement