Advertisement
Pemkab Gunungkidul Sediakan 26 Ton Kebutuhan Pokok di Operasi Pasar
Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, DIY, memadati gerakan pangan murah di halaman Kantor DPP Gunungkidul, pada Senin (14/10/2024). Antara - ist/Humas Pemkab Gunungkidul
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan operasi pasar menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 sebagai langkah antisipasi kenaikan harga dan menjaga stabilitas ketersediaan bahan kebutuhan pokok di masyarakat.
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul merencanakan penyediaan sedikitnya 26 ton bahan pokok yang akan digelontorkan melalui operasi pasar pada triwulan pertama 2026.
Advertisement
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Ris Heryani, mengatakan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok biasanya terjadi menjelang puasa dan Lebaran sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
“Maret sudah Lebaran. Makanya, sebelum perayaan, kami akan menggelar operasi pasar,” kata Ris Heryani, Selasa (20/1/2026).
BACA JUGA
Ia menjelaskan, bahan kebutuhan pokok utama yang disiapkan dalam operasi pasar adalah minyak goreng dan gula pasir dengan total pasokan mencapai 26 ton. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan jenis komoditas lain juga akan disertakan.
“Untuk gula pasir dan minyak akan disediakan sebanyak 26 ton. Ke depan juga memungkinkan ditambah dengan telur, beras, dan kebutuhan pokok lainnya,” ujarnya.
Ris mengungkapkan, operasi pasar direncanakan digelar sebanyak tiga kali dengan lokasi di Pasar Argosari Wonosari dan wilayah Playen. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung pada rentang Februari hingga Maret 2026.
“Lokasinya sudah kami siapkan, pelaksanaan di awal hingga menjelang Lebaran,” katanya.
Meski demikian, ia menyebutkan masih ada peluang penambahan jumlah pelaksanaan maupun volume bahan pokok yang disediakan. Hal ini akan diusulkan melalui pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.
“Tahun lalu total bahan kebutuhan pokok yang disalurkan melalui operasi pasar mencapai 50 ton. Karena itu, tahun ini kami akan mengajukan tambahan anggaran agar kegiatan bisa diperbanyak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menegaskan bahwa pasar murah dan operasi pasar merupakan agenda rutin pemerintah daerah dalam rangka pengendalian inflasi.
Menurut dia, kegiatan ini juga bertujuan memberikan akses pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang periode rawan kenaikan harga.
“Agenda ini sudah sering dilakukan. Salah satunya untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul ini juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi potensi kenaikan harga dengan melakukan pembelian berlebihan.
“Tetap tenang karena pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasaran,” kata Kelik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Angka PHK Nasional Januari 2026 Turun Drastis Menjadi 359 Orang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Hindari Motor, Bus Ringsek Tabrak Pohon di Ring Road Selatan Bantul
- Dishub Bantul Siapkan Pos Pantau Mudik di Jalur Perbatasan Kulonprogo
- Bocah SD Hilang di Muara Sungai Serang Kulonprogo, Tim SAR Sisir TKP
- Mudik Bareng UMY 2026: Ratusan Mahasiswa Perantau Pulang Gratis
- JIFFINA 2026 Mengukuhkan Indonesia Jadi Pusat Produk Ramah Lingkungan
Advertisement
Advertisement








