Advertisement
Kulonprogo Matangkan Embarkasi Haji 2026, Simulasi Digelar Februari
Jemaah haji / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kesiapan penyelenggaraan haji 2026 di Kulonprogo terus dimatangkan seiring terbentuknya Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kulonprogo. Meski masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia (SDM), agenda simulasi embarkasi dan debarkasi haji kembali dijadwalkan berlangsung pada awal Februari 2026 sebagai bagian dari penguatan layanan haji di Yogyakarta International Airport (YIA).
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kulonprogo, Mulyono, mengungkapkan bahwa secara kelembagaan, Kemenhaj Kulonprogo tergolong baru sehingga masih memiliki keterbatasan SDM. Namun, kondisi tersebut ditegaskannya tidak mengurangi komitmen institansi dalam memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji berjalan optimal dan profesional.
Advertisement
“Meski sumber daya manusia masih terbatas, ini tidak menjadi alasan untuk tidak memberikan pelayanan terbaik. Penyelenggaraan haji tetap menjadi prioritas kami,” kata Mulyono, Senin (26/1/2026).
Pada tahun 2026, Kabupaten Kulonprogo diproyeksikan memberangkatkan sekitar 384 jamaah haji. Selain itu, Kulonprogo juga direncanakan mengambil peran pada gelombang pertama keberangkatan haji sebagai simbol kesiapan embarkasi baru yang terpusat di Yogyakarta International Airport.
BACA JUGA
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, simulasi penyelenggaraan embarkasi dijadwalkan berlangsung pada awal Februari 2026 dengan skema kloter campuran yang melibatkan beberapa daerah.
“Simulasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum pelaksanaan ibadah haji secara penuh,” lanjut Mulyono.
Penguatan koordinasi lintas lembaga terus dilakukan oleh Kantor Kemenhaj bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo guna mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, dan profesional.
Dukungan penuh juga disampaikan Pemkab Kulonprogo terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026. Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menyatakan telah melakukan pertemuan dengan Kemenhaj Kulonprogo untuk membahas sinkronisasi penugasan sekaligus kesiapan daerah dalam mendukung layanan haji tahun 2026 di Kabupaten Kulon Progo.
Agung menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama agar pelayanan kepada jamaah haji dapat berjalan optimal. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Kami siap menerima dan bersilaturahmi sekaligus melakukan sinkronisasi penugasan. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lokasi dan sarana pendukung sebelum tata kelola embarkasi dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi pendukung embarkasi telah ditetapkan di kawasan Novotel dan Ibis. Saat ini, Pemkab Kulonprogo terus mematangkan kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari penataan ruang publik, pengaturan jalur layanan jamaah, hingga penyediaan ruang khusus pemeriksaan.
Agung juga menekankan pentingnya persiapan menyeluruh mengingat penyelenggaraan embarkasi haji di Kulonprogo akan menjadi yang pertama.
“Ini menjadi yang pertama, sehingga Kita harus benar-benar siap. Jangan sampai ada kekurangan akibat persiapan yang belum maksimal,” tegasnya.
Selain aspek teknis, Agung mendorong optimalisasi pemanfaatan ruang yang tersedia untuk mendukung aktivitas jamaah haji sekaligus pemberdayaan UMKM lokal, dengan harapan Kulonprogo mampu menjadi tuan rumah yang baik melalui pengelolaan anggaran yang efisien tanpa mengurangi kualitas pelayanan ibadah haji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPPU Denda Rp698 Miliar, Kasus Google hingga Truk Sany Disorot
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Dumpoh Pasang Spanduk Protes
- DPR RI Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman Soal Kasus Kejar Jambret
- Pemkab Sleman Siapkan 11 Paket Pembangunan Jalan, Fisik Mulai April
- 1.428 Calon Jamaah Haji Ikuti Taaruf, Bupati Tekankan Kebersamaan
- Pedagang Pasar Sleman Kian Sepi, Revitalisasi Dinilai Belum Menjawab
Advertisement
Advertisement



