Advertisement

Ratusan Pelajar di Bantul Dilatih Kesiapan Hadapi Gempa

Newswire
Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:27 WIB
Maya Herawati
Ratusan Pelajar di Bantul Dilatih Kesiapan Hadapi Gempa Simulasi penanganan darurat bencana di Kabupaten Bantul pada 28 dan 29 Januari 2026. Antara

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Penguatan mitigasi gempa di Bantul digencarkan melalui pelatihan tanggap bencana yang diikuti 200 siswa SMA, bertepatan dengan momentum 20 tahun gempa besar yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini menjadi langkah konkret membangun kesiapsiagaan generasi muda di wilayah rawan gempa.

Pelatihan siaga gempa tersebut dilaksanakan pada 28–29 Januari 2026 di SMA Negeri 1 Pundong dan SMA Negeri 1 Jetis, Bantul. Selama dua hari, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari pemetaan risiko gempa, teknik perlindungan diri, hingga praktik langsung simulasi evakuasi darurat di lingkungan sekolah.

Advertisement

Koordinator PH Sekber SPAB DIY Budi Santoso menjelaskan selama dua hari pelaksanaan, para peserta menerima materi mitigasi gempa yang mencakup pemahaman potensi risiko, teknik penyelamatan diri, prosedur evakuasi, hingga simulasi penanganan keadaan darurat.

“Peserta juga diajarkan untuk merespons bencana dengan tenang, mencari perlindungan serta simulasi jalur evakuasi menuju titik kumpul tanpa kepanikan. Pemilihan lokasi pelatihan juga karena di sini menjadi pusat dan salah satu daerah terdampak paling parah saat lindu besar mengguncang DIY 20 tahun silam,” katanya, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari InJourney Community Care yang diinisiasi InJourney Destination Management (IDM) sebagai wujud kepedulian terhadap peningkatan kapasitas kebencanaan pelajar di DIY.

Operation Group Head IDM Leonardus Adityo Nugroho menyampaikan program tersebut dirancang untuk memperkuat kesiapan siswa dalam menghadapi potensi gempa bumi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Pelatihan yang melibatkan 200 siswa-siswi di SMA Negeri 1 Pundong dan SMA Negeri 1 Jetis, Bantul ini dilaksanakan pada 28 dan 29 Januari 2026,” kata Leonardus Adityo Nugroho.

Menurut dia, pelatihan tanggap bencana gempa bumi tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY melalui Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB) di masing-masing sekolah.

“Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan keterampilan dasar pelajar, terutama dalam menghadapi situasi darurat bencana. Komitmen kami untuk memperkuat dan meningkatkan kesadaran rekan-rekan terutama di daerah rawan bencana agar terus siaga dan siap menghadapi bencana. Kolaborasi ini adalah Langkah awal untuk memperkuat kerja sama untuk semakin memperkuat manfaat bagi masyarakat DIY,” katanya.

Momentum peringatan dua dekade gempa besar DIY ini sekaligus menjadi pengingat bahwa mitigasi gempa dan kesiapsiagaan siswa di Bantul tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan terus diperkuat melalui edukasi berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana di wilayah rawan gempa.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Longsor Bandung Barat, 64 Kantong Jenazah Dievakuasi

Longsor Bandung Barat, 64 Kantong Jenazah Dievakuasi

News
| Sabtu, 31 Januari 2026, 12:57 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement