Advertisement
Pemkab Tanggung Biaya Korban Luka Gempa Pacitan, 36 Orang Dirawat
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menjamin pembiayaan pengobatan 36 warga yang mengalami luka akibat gempa Pacitan, Jumat (6/2/2026), termasuk korban yang harus menjalani perawatan inap di rumah sakit.
Sekretaris Daerah Bantul Agus Budi Raharja menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait biaya perawatan medis korban gempa. Pemerintah daerah, kata dia, siap menanggung biaya apabila tidak terakomodasi melalui BPJS Kesehatan.
Advertisement
“Masyarakat enggak usah khawatir, nanti Pemkab Bantul akan membiayai korban terdampak gempa Pacitan yang dirawat di rumah sakit,” kata Agus, Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, jumlah korban luka tercatat sebanyak 36 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang menjalani perawatan inap, sementara 28 lainnya menjalani rawat jalan di sejumlah fasilitas kesehatan.
BACA JUGA
Agus menyampaikan, seluruh korban akan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal. Apabila pembiayaan pengobatan tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, maka Pemkab Bantul akan mengambil alih pembiayaan melalui skema daerah.
“Nanti Dinas Kesehatan bersama Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) akan mengidentifikasi dan menyelesaikan administrasi dari pelayanan yang diberikan rumah sakit,” katanya.
Selain penanganan korban luka, Pemkab Bantul juga meminta pendataan dampak gempa terus diperkuat. BPBD Bantul bersama TNI dan Polri diminta melakukan identifikasi menyeluruh, baik terhadap jumlah korban maupun kerusakan fasilitas umum dan bangunan milik warga.
Pemkab Bantul juga menekankan pentingnya penguatan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan risiko korban dan kerugian apabila gempa kembali terjadi, khususnya di wilayah rawan seperti kawasan Sesar Opak.
Agus menuturkan, pemahaman jalur evakuasi, titik kumpul, dan langkah penyelamatan diri perlu terus disosialisasikan. Hal tersebut penting agar warga tidak panik saat gempa terjadi.
“Dari catatan kami, seluruh korban luka tersebut bukan terdampak langsung gempa atau tertimpa bangunan, melainkan karena lari menyelamatkan diri dan terbentur, jatuh, nabrak, dan lain sebagainya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Thailand Berlakukan Larangan Alkohol Nasional Saat Pemilu
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Leptospirosis di Jogja Naik, Warga Diminta Waspada
- Pendidikan Berbasis Al-Quran Diperkuat di Kulonprogo
- PKB DIY Dorong Politik Solutif dan Inklusif di Kepengurusan Baru
- Menkop Dorong Kopdes Merah Putih Produksi Genteng Teknologi Baru
- Logistik Permakanan BPBD Sleman Habis, Pengadaan Tunggu Instruksi
Advertisement
Advertisement



