Advertisement
Usulan Wartawan Udin Jadi Pahlawan Pers Menguat
Wakil Bupati Bantul saat melakukan diskusi bersama Sekjen FPB Riza Marzuki tentang perkembangan media di era digital. - Harian Jogja - Kiki Luqman
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dorongan agar wartawan Udin ditetapkan sebagai pahlawan pers nasional kembali menguat di Bantul, seiring refleksi insan media atas perjuangan jurnalisme yang berintegritas di tengah tantangan era digital.
Forum Pewarta Bantul (FPB) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pengusulan wartawan Udin ke pemerintah pusat. Sosok jurnalis yang gugur saat menjalankan tugas puluhan tahun silam itu dinilai menjadi simbol keberanian dan konsistensi memperjuangkan kebenaran.
Advertisement
Ketua FPB, Syukro Riyadi, menyampaikan bahwa perjuangan Udin tidak boleh dilupakan. Menurutnya, pengusulan sebagai pahlawan pers nasional merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan integritas almarhum dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Insyaallah dalam beberapa waktu ke depan, di makam beliau sudah ada prasasti bahwa di situ adalah makam seorang wartawan yang memperjuangkan kebenaran sampai akhir hayatnya, karena kami juga sudah mengusulkan ke pemerintah pusat agar wartawan Udin bisa dijadikan menjadi pahlawan," ucapnya, Selasa (10/2/2026).
Selain mendorong pengakuan formal terhadap wartawan Udin, FPB juga menjadikan momentum ini sebagai pengingat bagi insan pers agar tetap memegang teguh etika jurnalistik di tengah perubahan lanskap media yang sangat cepat.
Syukro menilai perkembangan teknologi dan media digital membawa tantangan besar terhadap pola kerja wartawan, termasuk tekanan kompetisi dan perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat.
“Peringatan HPN 2026 yang dikelola Forum Pewarta Kabupaten Bantul ini tentu menjadi refleksi bagi kita sebagai wartawan, seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat dan berpengaruh terhadap pola kerja wartawan,” kata Syukro.
Ia menambahkan, profesi wartawan harus mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan sekaligus menjaga kualitas dan independensi pemberitaan.
“Dengan momentum Hari Pers ini kita ingin bagaimana ke depan profesi wartawan tetap bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menegaskan pemerintah daerah memandang pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan dan penjaga demokrasi. Menurutnya, kritik dan kontrol sosial dari media merupakan bagian penting dalam memastikan kebijakan publik tetap berpihak kepada masyarakat.
“HPN bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran pers sebagai pilar demokrasi, penjaga nurani publik, serta mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat,” kata Aris.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam melawan disinformasi serta berita bohong yang kian marak di ruang digital.
“Strategi komunikasi publik harus dibangun dengan prinsip keterbukaan, kejujuran, kecepatan, serta kolaborasi yang sehat dengan insan pers,” ujarnya.
Aris berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) semakin terbuka terhadap kebutuhan informasi jurnalis agar komunikasi publik berjalan transparan dan tidak memunculkan ruang spekulasi.
“Media digital memberikan ruang penyampaian informasi, usulan, serta aspirasi masyarakat Bantul. Karena itu kami berharap insan media dapat bersinergi dengan pemerintah daerah serta menjaga kebenaran informasi dan membantu meluruskan jika ditemukan berita palsu,” katanya.
Dorongan pengusulan wartawan Udin sebagai pahlawan pers nasional ini pun dipandang bukan hanya sebagai penghormatan terhadap satu sosok, melainkan penguatan nilai-nilai jurnalisme yang berani, independen, dan berpihak pada kebenaran di tengah dinamika media digital yang terus berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Siapkan 50 Ribu Tiket Gratis
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



