Advertisement

Bulog Lanjutkan Serap Gabah 2026, Petani Sleman Tak Perlu Jual Murah

Andreas Yuda Pramono
Selasa, 10 Februari 2026 - 23:27 WIB
Jumali
Bulog Lanjutkan Serap Gabah 2026, Petani Sleman Tak Perlu Jual Murah Seorang warga di Kalurahan Ngalang, Gedangsari sedang menjemur gabah di pinggir jalan alternatif Gunungkidul-Sleman. Foto diambil Senin (20/2/2023). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Program penyerapan gabah oleh Perum Bulog dipastikan kembali berjalan pada 2026 di Kabupaten Sleman. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi petani karena memberi kepastian harga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak yang kerap membeli gabah di bawah nilai pasar.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman memastikan skema serap gabah tersebut tetap berlanjut meski target penyerapan tahun ini belum ditetapkan secara rinci oleh Perum Bulog.

Advertisement

Plt. Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai target volume gabah yang akan diserap Bulog di Bumi Sembada. Meski demikian, ia memastikan mekanisme penyerapan tetap berjalan seperti tahun sebelumnya.

“Kalau evaluasi tidak ada, karena penyerapan gabah sudah berjalan lancar. Pemilih gabah atau petani bisa langsung mendaftar ke petugas penyuluh lapangan [PPL] setempat. PPL tinggal menginput di tautan yang sudah dibuat Bulog,” kata Rofiq saat dihubungi, Selasa (10/2/2026).

Rofiq menambahkan, proses pembayaran hasil penjualan gabah juga berjalan tanpa kendala. Petani langsung menerima dana penjualan sehingga manfaat program bisa dirasakan secara cepat. Ia hanya mendorong agar sosialisasi dan edukasi terkait sistem pembayaran nontunai terus ditingkatkan.

Menurutnya, sistem cashless dapat meminimalkan risiko baik bagi petani maupun petugas Bulog di lapangan. Sepanjang 2025, produksi gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Sleman tercatat mencapai 212.118 ton.

Sementara itu, Manajer Administrasi dan Keuangan Bulog DIY, Joko Afrizal, menjelaskan bahwa gabah yang diserap Bulog akan melalui proses pengeringan sebelum digiling menjadi beras medium. Bulog menetapkan harga pembelian Rp6.500 per kilogram GKP.

Secara teknis, petani yang ingin menjual gabah ke Bulog perlu berkoordinasi melalui PPL. Setelah dilakukan koordinasi dengan tim Bulog, petani menyiapkan proses panen secara mandiri. Gabah kemudian ditimbang dan diangkut menggunakan armada Bulog.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar gabah dapat diserap. Petani wajib menyampaikan rencana panen minimal dua hari sebelum panen agar petugas dapat melakukan pengecekan lokasi, identitas, dan memastikan lahan berada di wilayah Kabupaten Sleman.

Selain itu, gabah harus sudah dikemas dalam karung dengan berat minimal 1 hingga 2 ton per pengambilan. Tahapan administrasi meliputi penandatanganan surat permohonan pembayaran hingga surat kuasa apabila rekening tujuan transfer berbeda dengan nama petani penjual.

“Kami tidak memungkiri masih ada tengkulak,” kata Joko, sebagaimana disampaikan pada April 2025.

Terpisah, Manajer Pengadaan Bulog DIY, Nur Fuad Indra Mitra, mengatakan pihaknya masih melakukan penyusunan data rekapitulasi serapan gabah di Sleman.

“Yang jelas kalau per kecamatan kami tidak ada data yang bisa disajikan. Kami hanya punya per kabupaten,” kata Fuad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Dari Jogja, Hanbok Batik Djadi Batik Tembus Pasar Global

Dari Jogja, Hanbok Batik Djadi Batik Tembus Pasar Global

News
| Selasa, 10 Februari 2026, 23:12 WIB

Advertisement

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Wisata
| Senin, 09 Februari 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement