Advertisement

Gelombang 3 Meter Ancam Wisatawan Padusan Parangtritis

Kiki Luqman
Senin, 16 Februari 2026 - 17:47 WIB
Maya Herawati
Gelombang 3 Meter Ancam Wisatawan Padusan Parangtritis Wisatawan memadati pantai Parangtritis, Senin (16/2 - 2026). Kiki Luqman

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Potensi bahaya arus balik atau rip current di Pantai Parangtritis meningkat menjelang tradisi padusan Ramadan dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2–3 meter. Hal ini direspons petugas gabungan dengan memperkuat pengamanan kawasan wisata pantai selatan Bantul untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.

Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, Rodhiva Wahyu Widho Santosa, menjelaskan petugas telah memetakan titik rawan arus balik dari Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok sebagai langkah mitigasi risiko kecelakaan laut saat momentum padusan.

Advertisement

“Dari pantai Parangtritis hingga Pantai Depok itu sekitar 15 sampai 20 rip current. Tapi yang kemungkinan bersinggungan dengan wisatawan itu sekitar 8 sampai 10 rip current,” katanya, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, perubahan jumlah dan lokasi titik rawan tersebut dipengaruhi kondisi dasar pantai yang berupa pasir sehingga mudah bergeser mengikuti dinamika arus laut. Karena itu, kewaspadaan wisatawan menjadi faktor penting selama aktivitas di kawasan pantai berlangsung.

Selain pemetaan titik bahaya, pengamanan juga diperkuat dengan menyiagakan lebih dari 100 personel SAR gabungan selama periode padusan. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding hari biasa yang hanya sekitar 35–40 petugas.

“Untuk momen Padusan ini memang menjadi salah satu perhatian kami. Yang mana sudah menjadi kebiasaan warga masyarakat, momen padusan ini kami menambah lebih dari 100 personel,” katanya.

Petugas juga menyiapkan peralatan evakuasi untuk mendukung penanganan keadaan darurat di kawasan Pantai Parangtritis.

“Termasuk nanti salah satu alatnya kita siapkan satu unit jetski, satu unit perahu jukung untuk mengantisipasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia menambahkan penjagaan kawasan wisata telah dimulai sejak malam hari dengan sistem giliran jaga guna memastikan pengawasan tetap optimal selama periode kunjungan meningkat.

Sementara itu, Koordinator TPR Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan, mengatakan pihaknya turut menambah personel selama tradisi padusan. Pada hari biasa petugas TPR berjumlah sekitar 10 orang yang terbagi di dua lokasi pantai, sedangkan saat padusan bertambah sekitar lima hingga enam orang.

“Kalau tim TPR kita ada tambahan tenaga. Hari biasa kita tujuh orang di sini, terus tiga di sana. Kalau pas padusan ada tambahan sekitar lima sampai enam orang,” ujarnya.

Ia menyebut pengamanan sebenarnya sudah dimulai beberapa hari sebelum puncak padusan, meskipun penambahan personel dilakukan bertahap sesuai kebutuhan lapangan. Wisatawan yang berkunjung saat padusan diimbau mematuhi aturan keselamatan, tidak bermain air terlalu ke tengah, menghindari area berbahaya, serta memperhatikan rambu peringatan yang dipasang petugas karena risiko arus balik di Pantai Parangtritis masih tinggi pada periode ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jamaah An-Nadzir Mulai Puasa 18 Februari 2026

Jamaah An-Nadzir Mulai Puasa 18 Februari 2026

News
| Senin, 16 Februari 2026, 19:57 WIB

Advertisement

Jadwal Kembang Api Ramadhan 2026 Dubai Lengkap

Jadwal Kembang Api Ramadhan 2026 Dubai Lengkap

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement