Advertisement
MBG SMPN 3 Jetis Dihentikan Seusai Puluhan Siswa Keracunan
Suasana sekolah SMP Negeri 3 Jetis, Rabu (15/4). Akibat kasus keracunan, MBG di sekolah ini dihentikan sementara. - Harian Jogja/Kiki Luqman.
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Jetis, Kabupaten Bantul, dihentikan sementara setelah insiden dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa pada Senin (13/4). Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan sumber penyebab kejadian.
Kepala SMP Negeri 3 Jetis, Widodo, mengatakan distribusi makanan MBG telah dihentikan sejak Selasa (14/4) sebagai langkah antisipasi. Saat ini, proses penanganan difokuskan pada pemulihan siswa serta evaluasi program di lingkungan sekolah.
Advertisement
“Sementara tidak dilakukan pendistribusian dulu sampai waktu yang belum bisa ditentukan,” ujarnya, Rabu (15/4).
Sekolah mencatat terdapat 658 siswa penerima manfaat MBG. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dengan tingkat keluhan yang berbeda-beda.
BACA JUGA
“Yang kemarin siang itu 75, nanti kami komunikasi lagi kalau ada perubahan,” kata Widodo.
Ia menjelaskan sekitar 30 siswa mengalami gejala lebih serius, sementara lainnya hanya merasakan keluhan ringan. Sebagian siswa sempat mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan, sedangkan lainnya dipulangkan untuk beristirahat.
Gejala Muncul Usai Konsumsi MBG
Widodo menyebut keluhan mulai muncul pada malam hari setelah siswa mengonsumsi makanan MBG. Kondisi di sekolah sempat tidak kondusif pada keesokan paginya karena banyak siswa mengalami gangguan pencernaan.
“Pagi itu sekitar jam 8 sudah tidak kondusif, banyak yang izin ke toilet. Akhirnya kami laporkan ke dinas dan dipulangkan lebih awal,” jelasnya.
Ia juga menyebut dugaan sementara mengarah pada salah satu menu lauk, meski belum dapat dipastikan secara medis.
“Sepertinya ayamnya, karena ada yang mencium bau, tapi saat awal belum begitu terasa,” tambahnya.
Menunggu Hasil Uji Laboratorium
Kepala SPPG Patalan, Hanifsaka, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Menu yang disajikan saat kejadian terdiri dari nasi, ayam, sayur, dan buah.
Namun, ia menegaskan belum dapat menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar dari laboratorium terkait.
Penghentian Operasional SPPG
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG terkait hingga seluruh ketentuan Standar Operasional Prosedur (SOP) dipenuhi secara menyeluruh. Kebijakan ini diambil sebagai langkah evaluasi terhadap keamanan pangan dalam program MBG.
Koordinator Regional DIY, Badan Gizi Nasional, Wirandita Gagat Widyatmoko, menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi pelanggaran yang berpotensi membahayakan penerima manfaat MBG.
Ia menekankan bahwa seluruh SPPG wajib menjalankan SOP secara disiplin dan konsisten, terutama terkait keamanan pangan siap saji.
“Setiap bentuk kelalaian yang berpotensi membahayakan penerima manfaat akan ditindak secara tegas, sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Insiden ini menjadi evaluasi penting dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi di sekolah, khususnya terkait standar pengolahan dan distribusi makanan kepada siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pajak Kendaraan Bekas Kini Lebih Mudah, Tak Perlu KTP Pemilik Lama
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





