Advertisement
Damkar Kulonprogo Tangani Alat Kelamin Terjepit Botol
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO— Penanganan tidak biasa terjadi di Kabupaten Kulonprogo ketika seorang lansia mengalami insiden alat kelamin terjepit botol hingga membutuhkan bantuan gabungan tenaga medis dan petugas pemadam kebakaran. Kejadian ini kembali menunjukkan peran luas pemadam kebakaran dalam membantu situasi darurat non-kebakaran di masyarakat.
Pasien sempat dibawa ke RSUD Wates dan kemudian melibatkan Pemadam Kebakaran Kulonprogo untuk membantu proses penanganan karena membutuhkan peralatan khusus yang tidak tersedia di fasilitas kesehatan tersebut.
Advertisement
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates, Eko Damayanti, membenarkan bahwa penanganan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), namun memerlukan alat bantu tambahan sehingga Damkar ikut dilibatkan.
“Pasien sudah ditangani dan dilakukan tindakan sesuai SOP tetapi karena ada alat yang kita tidak punya sehingga minta bantuan damkar,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
BACA JUGA
Direktur Utama RSUD Wates, Eko Budiarto, menjelaskan bahwa proses pelepasan dilakukan dengan teknik khusus menggunakan alat pelindung dan gergaji medis secara hati-hati untuk menghindari cedera lebih lanjut.
Peran Damkar Kini Makin Luas
Keterlibatan Damkar Kulonprogo dalam kasus ini kembali menegaskan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya sebatas memadamkan api. Saat ini, petugas damkar juga memiliki fungsi penting dalam berbagai situasi kedaruratan masyarakat.
Selain penanganan kebakaran, Pemadam Kebakaran Kulonprogo juga kerap dilibatkan dalam evakuasi hewan liar atau berbahaya, penyelamatan orang dari sumur atau ketinggian, penanganan pohon tumbang, hingga bantuan kondisi medis darurat seperti kasus-kasus yang membutuhkan alat khusus di luar kemampuan fasilitas umum.
Fungsi tersebut membuat Damkar menjadi salah satu garda terdepan respons cepat di lapangan, terutama dalam kondisi yang membutuhkan tindakan segera dan peralatan teknis tertentu.
Dalam kasus lansia di Kulonprogo ini, Damkar berperan membantu proses teknis evakuasi dengan peralatan khusus yang mendukung tindakan medis agar dapat dilakukan secara aman.
Penanganan dilakukan dengan menyisipkan pelindung antara bagian yang terjepit menggunakan pelumas medis, sebelum dilakukan pemotongan dengan gergaji medis secara terkontrol oleh tim medis.
“Penanganannya antara tutup botol dan penis diselipkan gagang sendok yang diberi jeli atau pelicin medis untuk melindungi saat pemotongan dengan gergaji medis,” ujar Budiarto.
Pihak rumah sakit menyebut tidak mengetahui secara pasti awal mula kejadian tersebut, namun memastikan pasien telah mendapatkan penanganan hingga kondisi dapat diatasi.
Kolaborasi antara tenaga medis dan Damkar ini kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menghadapi kondisi darurat yang tidak selalu dapat ditangani oleh satu sektor saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








