Advertisement

Wali Kota Jogja Tekankan SDM untuk Hadapi Tantangan Demografi

Ariq Fajar Hidayat
Selasa, 17 Februari 2026 - 02:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Wali Kota Jogja Tekankan SDM untuk Hadapi Tantangan Demografi Diskusi Pandu Negeri bertema Humanity and Social Solidarity: Pendidikan, Keadilan, dan Hak Generasi di Taman Budaya Embung Giwangan, Senin (16/2/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA —Wali Kota Hasto Wardoyo menegaskan bahwa pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi tumpuan utama Kota Yogyakarta dalam mencapai kesejahteraan. Keterbatasan sumber daya alam membuat kota ini tak memiliki pilihan lain selain mengandalkan kekuatan intelektual warganya.

Menurut Hasto, karakter Kota Jogja yang minim sumber daya alam menuntut masyarakatnya untuk terus mengasah kapasitas berpikir, berinovasi, dan berdaya saing. Karena itu, sektor pendidikan dan pengembangan SDM menjadi fokus strategis pemerintah daerah.

Advertisement

“Kalau di Yogyakarta ini, khususnya di kota, kalau tidak memeras otak, kita tidak bisa sejahtera. Oleh karena itu, pendidikan dan kualitas SDM menjadi fokus utama kami,” ujar Hasto saat Diskusi Pandu Negeri bertema Humanity and Social Solidarity: Pendidikan, Keadilan, dan Hak Generasi di Taman Budaya Embung Giwangan, Senin (16/2/2026).

Ia membandingkan kondisi Kota Jogja dengan daerah lain yang masih memiliki sumber daya alam sebagai penopang ekonomi. Daerah-daerah tersebut, menurut Hasto, masih bisa mengandalkan hasil bumi, berbeda dengan Jogja yang sepenuhnya bertumpu pada kualitas manusianya.

“Waktu saya jadi Bupati di Kulon Progo, menjual kambing bisa, batu bisa, pasir ada. Tapi di kota ini, kalau tidak mengandalkan kualitas manusia, kita tidak punya apa-apa,” katanya.

Selain keterbatasan sumber daya alam, Hasto juga menyoroti tantangan demografi yang dihadapi Kota Jogja. Pertumbuhan penduduk yang rendah dan meningkatnya jumlah lansia dinilai akan memberi tekanan tersendiri bagi generasi produktif ke depan.

Ia menyebut angka kelahiran di Jogja saat ini rata-rata hanya 1,65, jauh di bawah angka ideal 2,1. Kondisi tersebut berdampak pada struktur penduduk yang semakin menua.

“Penduduk kita mulai menua. Lansia sudah mencapai 16,2 persen dan ini tentu menjadi tekanan tersendiri bagi daerah karena aging population itu nyata,” ucapnya.

Di sisi lain, Hasto mengakui kualitas SDM di Jogja masih menghadapi sejumlah persoalan. Mulai dari kasus stunting, keterampilan tenaga kerja yang belum optimal, hingga tantangan baru berupa meningkatnya gangguan kesehatan mental di kalangan remaja.

“Hari ini remaja kita yang mengalami mental disorder itu sekitar 9,8 persen, naik dari 6,1 persen sepuluh tahun lalu. Ini tantangan baru yang harus kita hadapi bersama,” katanya.

Dalam diskusi yang sama, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Rimawan Pradiptyo, mengkritisi kebijakan alokasi 20 persen APBN untuk sektor pendidikan. Menurutnya, anggaran tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran.

“Yang disebut 20 persen itu faktanya sebagian besar bukan masuk ke lembaga pendidikan. Banyak yang terserap ke kementerian dan lembaga, bahkan dana desa, padahal kaitannya dengan pendidikan tidak langsung,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung menyoroti kegelisahan generasi muda yang kerap dipersepsikan sebagai ancaman oleh kekuasaan. Ia menilai kondisi tersebut justru mencerminkan persoalan serius dalam pemenuhan hak generasi.

“Generasi hari ini membawa gagasan kritis ke jantung demokrasi, tapi kegelisahan itu malah dianggap subversi. Ini paradoks yang harus kita bongkar bersama,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Padang Laksanakan Tarawih Perdana

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Padang Laksanakan Tarawih Perdana

News
| Senin, 16 Februari 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement