Advertisement
Pemkab Bantul Jamin Biaya Perawatan Korban Bencana Angin Kencang
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budiraharja. - Harian Jogja - Kiki Luqman
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dampak cuaca ekstrem Bantul berupa hujan deras dan angin kencang pada Rabu (18/2/2026) sore menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas publik, serta korban luka di sejumlah wilayah. Hal ini ditegaskan Pemerintah Kabupaten Bantul yang memastikan korban bencana akan mendapat jaminan pembiayaan perawatan dari pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Bantul masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak cuaca ekstrem Bantul tersebut, baik menyangkut korban maupun kerusakan infrastruktur yang tersebar di berbagai titik.
Advertisement
Sebagian korban luka dilaporkan terjadi akibat tertimpa pohon tumbang maupun material bangunan yang rusak diterpa angin kencang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan terbaru terkait jumlah korban luka.
BACA JUGA
“Update korban sampai hari ini saya belum dapat laporan detilnya. Cuma sebagaimana yang kemarin juga kita sampaikan, semua masyarakat korban bencana, baik luka dan butuh perawatan itu tentu ada bantuan dari pemerintah,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menegaskan warga yang menjalani perawatan akibat dampak cuaca ekstrem Bantul akan memperoleh jaminan pembiayaan dari pemerintah daerah sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat terdampak bencana.
Saat ini pemerintah daerah masih menunggu pembaruan data dari Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk rincian kerusakan dan kebutuhan penanganan lanjutan.
“Bagaimanapun dia dirawat tentu kita akan berikan jaminan untuk perawatannya. Jadi ini kita masih tunggu update dari Dinas Kesehatan dan teman-teman BPBD, termasuk kerusakannya dan yang lain-lain,” katanya.
Berdasarkan laporan sementara, dampak cuaca ekstrem Bantul cukup luas, bahkan sejumlah fasilitas publik termasuk kantor pemerintahan mengalami kebocoran atap akibat terpaan angin kencang.
“Fasilitas publik kantor kita itu saja beberapa terjadi kebocoran yang harus diidentifikasi dan kemudian juga kita perbaiki. Ini teman-teman masih berproses untuk identifikasi lanjutan,” jelasnya.
Tim di lapangan saat ini memprioritaskan pembersihan material yang menghambat akses layanan publik, terutama jalan yang tertutup pohon tumbang. Proses penanganan tersebut dilakukan hingga keesokan hari untuk memastikan aktivitas masyarakat kembali normal.
Data sementara mencatat rumah terdampak tersebar di 36 lokasi, dengan 24 titik akses jalan terganggu, dua tempat ibadah, serta lima fasilitas pemerintah mengalami kerusakan. Laporan awal sempat mencatat rumah terdampak di 10 titik sebelum bertambah sesuai pendataan lanjutan.
Wilayah dengan dampak terbanyak berada di Kapanewon Kasihan sebanyak 16 titik, disusul Sewon 11 titik, sedangkan Kapanewon Bantul dan Pajangan masing-masing delapan dan sembilan titik kejadian.
“Memang kejadian itu terutama yang paling banyak adalah akses jalan di 24 lokasi dan rumah 36 lokasi,” ungkapnya.
Pemerintah memastikan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama unsur layanan lainnya tetap siaga untuk merespons laporan masyarakat terkait dampak cuaca ekstrem Bantul, termasuk penanganan darurat maupun kebutuhan bantuan.
“Nanti kita tunggu update berikutnya, yang pasti tentu teman-teman kita di TRC dan juga layanan akan siap untuk memberikan layanan kepada masyarakat,” tandas Agus.
Dengan penanganan yang terus berjalan, pemerintah daerah juga membuka kemungkinan langkah lanjutan perbaikan infrastruktur dan bantuan pemulihan bagi warga terdampak cuaca ekstrem Bantul agar aktivitas masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Lengkap! Jadwal Buka Puasa Jogja dan Sekitarnya Rabu 18 Februari 2026
- Cuaca Ekstrem Bantul Picu 25 Pohon Tumbang dan Ganggu Akses Jalan
- PBI BPJS Nonaktif di Bantul Bisa Direaktivasi, APBD Siap Tanggung
- Bantuan Presiden Belum Jelas, Sekolah Rusak di Kulonprogo Menumpuk
- Pemda DIY Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Transparansi
Advertisement
Advertisement






