Advertisement
Masjid Al-Fatah Kulonprogo Bersolek Sambut Ramadan
Jemaah melintas di lorong cahaya ornamen jamur dan kupu-kupu yang menjadi akses utama menuju Masjid Al-Fatah Gembongan dari tepi Jalan Nasional JogjaWates pada Jumat (20/2/2026). - Harian Jogja - Khairul Maâarif
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Masjid Al-Fatah di Padukuhan Gembongan, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo, tampil semarak menyambut Ramadan dengan ornamen lampu warna-warni di sepanjang akses jalan menuju masjid pada Jumat (20/2/2026). Dekorasi tematik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi jemaah sekaligus pengguna Jalan Nasional Jogja–Wates yang melintas.
Keunikan dekorasi tidak hanya terlihat pada bangunan masjid, tetapi juga pada jalur masuknya yang dihias meriah sejak gapura hingga halaman masjid. Gapura selamat datang disulap menjadi rangkaian bunga dan kupu-kupu berwarna cerah, sementara di sisi kiri dan kanan jalan berjajar ornamen jamur besar menyerupai lampion yang memandu langkah jemaah menuju lokasi ibadah.
Advertisement
Bagian langit-langit akses menuju masjid juga dipenuhi dekorasi kupu-kupu dan lampu gantung yang semakin terlihat indah ketika senja tiba. Lampu berkelap-kelip dengan warna beragam menciptakan suasana meriah, terutama sejak pelaksanaan tarawih pertama Ramadan. Ornamen tersebut dibuat menggunakan rangka besi yang dibentuk sesuai desain, kemudian dilapisi kain satin berwarna.
"Ornamen-ornamen ini agar nostalgia bagi jemaah dewasa agar lebih ceria dan menjadi penyemangat jemaah Masjid Al-Fatah di momen Ramadan kali ini," ujar Ketua Remaja Islam Masjid Al-Fatah, Bintang Karina Hapsari saat ditemui, Jumat (20/2/2026).
BACA JUGA
Menurut Bintang, dekorasi ini merupakan hasil kolaborasi pengelola masjid bersama masyarakat dari berbagai usia, mulai generasi muda hingga orang tua. Ornamen tersebut direncanakan tetap terpasang sepanjang Ramadan untuk menambah semarak suasana ibadah di masjid.
Suasana jalan menuju masjid yang penuh cahaya membuat jemaah seolah memasuki lorong bercahaya dengan tema kupu-kupu dan jamur sebagai elemen utama. Rangkaian lampu berwarna menjadi penuntun visual yang membawa langkah jemaah menuju Masjid Al-Fatah sebagai tempat beribadah.
Persiapan dekorasi telah dilakukan sejak pertengahan Januari 2026 dengan melibatkan partisipasi warga setempat. "Biaya yang dihabiskan sekitar Rp12 juta yang bersumber dari swadaya masyarakat," kata Bintang.
Dana tersebut digunakan untuk pembelian kabel lampu serta berbagai perlengkapan pendukung pembuatan ornamen kupu-kupu dan jamur. Ornamen jamur dibuat dari rangka besi yang dibungkus kain satin berwarna berbeda dengan lampu di bagian dalamnya sehingga tetap terlihat terang saat malam hari.
Masjid Al-Fatah Gembongan dikenal rutin menghadirkan dekorasi tematik setiap Ramadan. Tahun sebelumnya, ornamen yang digunakan bertema ubur-ubur, sedangkan pada tahun ini mengusung konsep kupu-kupu dan jamur dengan filosofi pertumbuhan serta perubahan positif. "Agar warga Gembongan bisa terus tetap berkembang tiap tahunnya," ungkapnya.
Ia juga mengajak jemaah untuk terus berkreasi dalam memakmurkan masjid setiap tahun. Pada waktu menjelang berbuka puasa, masjid biasanya ramai oleh jemaah anak-anak hingga orang dewasa yang mengikuti kegiatan buka bersama. Anak-anak juga diajak belajar melalui permainan edukatif untuk mengisi waktu sebelum berbuka agar lebih menyenangkan.
Selain sebagai dekorasi, ornamen lampu tersebut berfungsi sebagai penanda sekaligus penerang bagi jemaah yang hendak melaksanakan salat tarawih selama Ramadan. Kehadiran kupu-kupu dan jamur warna-warni membantu memandu jemaah menuju masjid dalam suasana yang lebih hangat dan meriah.
Salah satu jemaah Masjid Al-Fatah, Fika Lutfia Sari, mengaku semakin bersemangat beribadah dengan adanya dekorasi tersebut karena ia ikut terlibat dalam proses pembuatannya.
"Saya senang melihat kupu-kupu yang bisa gerak bagus. Proses pembuatannya juga seru bareng-bareng bersama yang lainnya," jelasnya.
Kehadiran dekorasi Masjid Al-Fatah Kulonprogo ini tidak hanya memperindah lingkungan ibadah, tetapi juga memperkuat kebersamaan warga dalam menyambut Ramadan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Padukuhan Gembongan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
19.408 KK di Kabupaten Bekasi Jalani Puasa di Tengah Banjir
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







