Advertisement

Demo di Mapolda DIY Diwarnai Salat Gaib untuk Korban Kekerasan Aparat

Harian Jogja
Selasa, 24 Februari 2026 - 21:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Demo di Mapolda DIY Diwarnai Salat Gaib untuk Korban Kekerasan Aparat Sejumlah massa aksi yang mendatangi Mapolda DIY menggelar Salat Gaib di lajur lambat Jalan Ring Road Utara, Selasa (24/2 - 2026) malam.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN— Sejumlah massa aksi yang mendatangi Mapolda DIY menggelar Salat Gaib di lajur lambat Jalan Ring Road Utara, Selasa (24/2/2026) malam. Aksi doa tersebut dilakukan di tengah penutupan sementara arus lalu lintas di kawasan depan markas kepolisian.

Dari pantauan di lokasi, jalur Ring Road arah barat ditutup sementara. Kendaraan dari arah timur, baik yang melintas di lajur cepat maupun lajur lambat, dialihkan untuk berputar balik di U-turn depan Mapolda DIY.

Advertisement

Lajur lambat yang tepat berada di depan Mapolda DIY dimanfaatkan massa untuk melaksanakan Salat Gaib. Terlihat empat lembar tikar digelar di badan jalan. Seorang peserta bertindak sebagai imam, sementara dua saf makmum berdiri di belakangnya mengikuti rangkaian salat.

Salah satu peserta aksi, Yazi, mengatakan Salat Gaib tersebut dipersembahkan sebagai doa bagi para korban yang meninggal dunia akibat tindakan aparat.

“Ini bentuk doa kami untuk para korban. Semoga mereka mendapat ketenangan di alam sana dan semoga aparat yang melakukan kekerasan bisa menyadari bahwa perbuatannya itu salah,” ujarnya.

Selain mendoakan korban, Salat Gaib juga dimaknai sebagai seruan moral agar institusi kepolisian melakukan pembenahan menyeluruh. Yazi berharap ke depan tidak ada lagi tindakan represif terhadap masyarakat sipil.

“Sebagai warga, kami berharap ada reformasi kepolisian. Kami berdoa dengan sungguh-sungguh, karena kami yakin Allah tidak pernah diam melihat ketidakadilan,” katanya.

Ia juga menegaskan harapan agar tidak ada lagi korban berjatuhan, baik dalam aksi unjuk rasa maupun dalam interaksi sehari-hari antara aparat dan masyarakat.

“Tidak boleh ada lagi korban dari rakyat. Tidak boleh ada lagi korban dari demonstrasi. Polisi harus hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Serangan Kartel di Penjara Meksiko, 23 Narapidana Melarikan Diri

Serangan Kartel di Penjara Meksiko, 23 Narapidana Melarikan Diri

News
| Selasa, 24 Februari 2026, 23:07 WIB

Advertisement

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Wisata
| Selasa, 24 Februari 2026, 13:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement