Advertisement
BMKG: Curah Hujan Jogja pada Maret 2026 Masih Tinggi
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Stasiun Klimatologi BMKG Daerah Istimewa Yogyakarta merilis pembaruan perkembangan iklim 2026. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan laut terkini, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masih dipengaruhi aktifnya angin baratan atau Monsun Asia.
Kepala Stasiun Klimatologi D.I. Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menyampaikan bahwa kondisi global seperti El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Dipole Mode Index (DMI) berada pada fase netral dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan 2026.
Advertisement
Sementara itu, Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi aktif, sehingga masih berpotensi memicu pembentukan awan hujan di wilayah DIY.
Suhu Laut Selatan Jogja Cenderung Dingin–Netral
BACA JUGA
BMKG mencatat anomali suhu muka air laut di perairan selatan DIY berada pada kisaran -1,0 derajat Celsius hingga 0,5 derajat Celsius atau kategori dingin hingga netral. Adapun suhu permukaan laut berkisar antara 26–29 derajat Celsius.
"Kondisi tersebut turut memengaruhi distribusi curah hujan di wilayah daratan Yogyakarta," katanya, Sabtu (28/2/2026)
Prediksi Hujan Dasarian Maret 2026
Pada dasarian I Maret 2026, curah hujan diperkirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, berkisar 50–200 milimeter per dasarian, dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.
Memasuki dasarian II Maret, curah hujan diprediksi menurun ke kategori rendah hingga menengah, sekitar 20–150 milimeter per dasarian, dengan sifat hujan umumnya bawah normal. Pada dasarian III Maret 2026, curah hujan diperkirakan tetap rendah hingga menengah, berkisar 20–100 milimeter per dasarian, dan seluruhnya bersifat bawah normal.
Prospek Curah Hujan Tiga Bulan ke Depan
Dalam tiga bulan mendatang, BMKG memprediksi curah hujan Maret 2026 berkisar 151–400 milimeter per bulan atau kategori menengah hingga tinggi, dengan sifat hujan bervariasi dari bawah normal hingga normal.
Pada April 2026, curah hujan diperkirakan berada pada kisaran 101–300 milimeter per bulan atau kategori menengah, dengan sifat hujan seluruhnya bawah normal. Sementara pada Mei 2026, curah hujan diperkirakan menurun menjadi 21–150 milimeter per bulan atau kategori rendah hingga menengah, dengan sifat hujan normal hingga atas normal.
Musim Hujan Berakhir April 2026
BMKG memprediksi sifat hujan musim hujan 2025/2026 di DIY secara umum berada pada kategori normal di seluruh zona musim (ZOM). Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2026 di sebagian besar wilayah, disusul Februari 2026.
Akhir musim hujan di DIY diperkirakan berlangsung pada dasarian I hingga III April 2026, dengan durasi musim hujan bervariasi antara 16 hingga 24 dasarian dan total curah hujan musiman berkisar 1.001 hingga lebih dari 3.000 milimeter.
BMKG Imbau Waspada Bencana
BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak musim hujan, terutama banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Langkah mitigasi yang disarankan antara lain penyesuaian pola tanam, pembersihan saluran air, pemangkasan dahan pohon, serta memastikan keamanan baliho dan infrastruktur di ruang publik.
Informasi iklim terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG Stasiun Klimatologi D.I. Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bapanas-Bulog Percepat Bantuan Beras dan Minyak ke 33,2 Juta Warga
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ini Jadwal KRL Solo-Jogja Akhir Pekan 28 Februari 2026
- Cek Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jogja Hari Ini
- Hasil Sidang Disiplin, Mantan Kapolresta Sleman Diberi Sanksi Teguran
- Cuaca Tak Menentu, Gabah Petani Gunungkidul Dijemur di Dalam Rumah
- Jadwal SIM Keliling Bantul 28 Februari 2026, Cek Lokasi dan Jamnya
Advertisement
Advertisement







