Advertisement

Tanah Gerak Terjang Perumahan di Sedayu Bantul, Enam Rumah Rusak

Yosef Leon
Rabu, 04 Maret 2026 - 18:47 WIB
Sunartono
Tanah Gerak Terjang Perumahan di Sedayu Bantul, Enam Rumah Rusak Foto ilustrasi tanah longsor dibuat menggunakan artificial intelligence.

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL —Fenomena pergerakan tanah melanda sebuah kawasan perumahan di wilayah Sedayu, Kabupaten Bantul, setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus.

Insiden yang terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB tersebut mengakibatkan kerusakan pada enam unit rumah warga serta satu bangunan tempat ibadah, meskipun dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Advertisement

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengungkapkan bahwa rekahan tanah yang muncul di lokasi kejadian diperkirakan memiliki panjang hingga 50 meter.

Kondisi tanah yang labil akibat serapan air hujan yang berlebihan diduga kuat menjadi pemicu utama amblesnya beberapa titik di area pemukiman tersebut, sehingga struktur bangunan mengalami retakan serius.

"Dampaknya enam rumah dan satu tempat ibadah. Korban nihil. Panjang rekahan tanah kurang lebih 50 meter," ujar Antoni saat memberikan keterangan resmi di Bantul, Rabu (4/3/2026).

Sebagai langkah darurat, BPBD Bantul telah mendistribusikan bantuan logistik berupa bahan pangan dan perlengkapan evakuasi kepada para penghuni yang terdampak langsung oleh bencana tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menambahkan bahwa tim reaksi cepat sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen lapangan secara menyeluruh. Pihaknya kini tengah mendalami apakah pergerakan ini murni fenomena geologi aktif atau berkaitan dengan kualitas pemadatan tanah urug yang kurang optimal saat pembangunan kompleks perumahan tersebut berlangsung.

Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Balai Geologi guna mendapatkan kajian teknis yang lebih akurat mengenai stabilitas lahan di kawasan Sedayu.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat dua rumah yang mengalami kerusakan paling parah, di mana salah satunya sudah tidak layak huni karena struktur fondasi yang bergeser cukup signifikan dan membahayakan keselamatan penghuninya.

BPBD telah mengeluarkan rekomendasi agar pemilik rumah yang terdampak segera mengosongkan bangunan dan mengungsi sementara waktu ke tempat yang lebih aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Korban Tewas Serangan AS-Israel di Iran Tembus 1.045 Jiwa

Korban Tewas Serangan AS-Israel di Iran Tembus 1.045 Jiwa

News
| Rabu, 04 Maret 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Wisata
| Minggu, 01 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement