Advertisement

Pemkot Jogja Integrasikan Wamira dan KKMP Perkuat Distribusi Pangan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Senin, 09 Maret 2026 - 14:37 WIB
Maya Herawati
Pemkot Jogja Integrasikan Wamira dan KKMP Perkuat Distribusi Pangan Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyiapkan langkah baru memperkuat distribusi bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga melalui integrasi Warung Milik Rakyat (Wamira) dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Skema ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kota Jogja.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk mematangkan integrasi pengembangan Wamira dengan KKMP. Menurutnya, saat ini sudah ada salah satu unit KKMP di Kota Jogja yang berpotensi diintegrasikan dengan Wamira untuk penjualan sembako kepada masyarakat.

Advertisement

“Itu nanti KKMP, gerainya ada Gerai Wamira. Jadi antara Wamira dengan KKMP tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi,” katanya Senin (9/3/2026).

Tri menjelaskan, dalam skema tersebut KKMP akan berperan sebagai wadah penghimpun berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Jogja. Produk-produk UMKM tersebut kemudian akan disalurkan ke Gerai Wamira sehingga dapat memperluas akses pemasaran sekaligus memperkuat rantai distribusi barang kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, menegaskan bahwa Wamira bukan merupakan milik KKMP. Ia menjelaskan dalam pola integrasi tersebut, pengelolaan Wamira tetap diprioritaskan kepada kelompok masyarakat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Selain itu, keberadaan Wamira juga dirancang berada di sekitar permukiman warga sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Saya kira ini juga menjadi peluang bagi teman-teman KKMP untuk masuk ke dunia ritel kerakyatan. Wamira memberikan peluang kepada KKMP untuk membuat unit usaha Wamira,” katanya.

Menurut Veronica, saat ini terdapat lima Wamira yang akan dijadikan sebagai proyek percontohan. Beberapa di antaranya akan diintegrasikan dengan KKMP yang sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha ritel.

Langkah tersebut sejalan dengan syarat pengajuan unit usaha Wamira yang mensyaratkan adanya lokasi usaha serta embrio bisnis ritel yang telah berjalan sebelumnya.

Untuk mendukung operasional Wamira, Pemkot Jogja juga berencana bekerja sama dengan Perum Bulog DIY dalam penyediaan pasokan produk. Kerja sama tersebut sekaligus untuk memastikan para pedagang menjual kebutuhan pokok sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Sementara itu Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menargetkan keberadaan Wamira dapat memperluas distribusi pangan murah di Kota Jogja. Selama ini Pemkot Jogja telah memiliki Kios Segoro Amarto di sejumlah pasar sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi dengan menjual bahan pangan sesuai HET.

Pada tahun ini, konsep distribusi pangan tersebut akan diperluas melalui pengembangan Wamira yang direncanakan hadir di setiap kelurahan di Kota Jogja sehingga jaringan distribusi bahan pokok dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. “Kami integrasikan [Wamira] dengan KKMP agar pengelolaannya berada di bawah koperasi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jual Flash Disk Lagu Bajakan di Marketplace Terancam 10 Tahun Penjara

Jual Flash Disk Lagu Bajakan di Marketplace Terancam 10 Tahun Penjara

News
| Senin, 09 Maret 2026, 18:37 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement