Advertisement
Talut Sungai Jogja Rusak, Pemkot Siapkan Rp2 Miliar per Tahun
Foto ilustrasi uang / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta menyiapkan anggaran insidentil sekitar Rp2 miliar per tahun untuk menangani kerusakan talut sungai yang ambrol atau longsor akibat cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Jogja, Rahmawan Kurniadi, mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk penanganan cepat apabila terjadi kerusakan talud di bantaran sungai, terutama saat musim hujan dengan curah tinggi.
Advertisement
Menurutnya, sejumlah titik kerusakan talut yang terjadi pada musim hujan sebelumnya telah didata dan akan mulai ditangani secara permanen setelah Lebaran.
“Setelah Lebaran kita segera masuk untuk penanganan permanen,” kata Rahmawan, Selasa (10/3/2026).
DPUPKP Kota Jogja mencatat terdapat enam titik kerusakan talut yang akan diperbaiki dengan total anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Dalam proses perbaikan tersebut, kualitas konstruksi talut juga akan ditingkatkan agar lebih kuat menahan arus air sungai saat musim hujan.
Rahmawan menjelaskan sebagian talud sebelumnya masih menggunakan pasangan batu atau bronjong. Ke depan, konstruksi tersebut akan diganti menggunakan beton bertulang agar lebih kokoh dan tahan lama.
Kerusakan talud yang terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026 menjadi prioritas penanganan tahun ini. Pekerjaan perbaikan direncanakan dilakukan secara bertahap mulai pertengahan hingga akhir tahun setelah kondisi cuaca memungkinkan.
Selain itu, DPUPKP Kota Jogja juga menyiapkan dana insidentil untuk penanganan cepat apabila terdapat laporan kerusakan baru dari masyarakat.
“Kita ada penanganan dengan dana insidentil kalau ada kerusakan. Penanganannya menyesuaikan dengan tingkat kerusakan dari laporan masyarakat jika terjadi bencana,” katanya.
Ia menambahkan besaran anggaran insidentil tersebut sama seperti tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp2 miliar per tahun yang difokuskan untuk penanganan darurat kerusakan infrastruktur.
Saat ini tim masih melakukan pemantauan di lapangan karena curah hujan di wilayah Kota Jogja masih cukup tinggi sehingga penanganan permanen di sejumlah titik belum dapat dilakukan.
“Kami masih memantau karena curah hujan masih tinggi. Kami juga belum berani masuk untuk penanganan permanen,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Karena itu, BPBD Kota Jogja mengusulkan perpanjangan status siaga darurat bencana yang sebelumnya berakhir pada Februari 2026 hingga akhir Maret 2026.
“Saat ini masih menunggu SK tersebut terbit,” kata Darmanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Terbaru, Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Selasa 10 Maret 2026
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Selasa 10 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal Imsakiyah DIY Selasa 10 Maret 2026: Imsak, Subuh, dan Magrib
- DKP DIY Latih 90 Dapur SPPG Olah Ikan untuk Dukung MBG
- Kasus Campak Meningkat, Dosen UGM Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Anak
Advertisement
Advertisement








