Tren Kebakaran Lahan di Sleman Fluktuatif, Kemarau Jadi Pemicu
Tren kebakaran lahan di Sleman selama sembilan tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif. Musim kemarau panjang menjadi salah satu pemicu utama lonjakan kasus
Foto ilustrasi proyek pembangunan jalan.
Harianjogja.com, SLEMAN— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengintensifkan upaya percepatan pembangunan dengan mengajukan sejumlah proyek infrastruktur strategis ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk tahun anggaran 2026.
Pengajuan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, saat melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), serta Direktorat Jenderal Prasarana Strategis di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Dalam proposalnya, Pemkab Sleman memprioritaskan penanganan infrastruktur dasar, terutama jalan dan jembatan. Total panjang jalan yang diusulkan untuk perbaikan mencapai lebih dari 490 kilometer, disertai rencana penggantian enam unit jembatan yang dinilai sudah tidak layak.
Selain itu, pada sektor sumber daya air, Pemkab mengajukan pembangunan 21 titik talud pengaman tebing sungai guna mengurangi risiko longsor, peningkatan jaringan irigasi di 58 lokasi untuk mendukung sektor pertanian, serta pembangunan lima embung baru sebagai upaya penguatan ketahanan air.
Tak hanya infrastruktur dasar, Pemkab Sleman juga mengusulkan sejumlah proyek strategis yang menyentuh sektor ekonomi dan pelayanan publik. Di antaranya relokasi Pasar Pakem yang dinilai sudah tidak representatif, revitalisasi Stadion Tridadi dan GOR Pangukan, serta pembangunan gedung perpustakaan daerah guna meningkatkan akses literasi masyarakat.
Menurut Harda, respons dari Kementerian PU terhadap berbagai usulan tersebut tergolong positif. Namun demikian, ia menegaskan masih diperlukan langkah lanjutan berupa koordinasi lintas kementerian agar seluruh rencana dapat terealisasi.
“Alhamdulillah responsnya sangat baik. Tetapi kami masih harus melakukan koordinasi lebih lanjut dengan kementerian lain. Misalnya untuk Stadion Tridadi perlu ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, sementara Pasar Pakem ke Kementerian Perdagangan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Fauzan Ma’ruf, menegaskan pentingnya komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya untuk menyampaikan usulan, tetapi juga menghimpun masukan terkait skema pendanaan.
Ia menjelaskan, Pemkab Sleman tengah menjajaki peluang pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai alternatif. Hal ini dilakukan menyusul menurunnya transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat dalam beberapa waktu terakhir.
“Komunikasi langsung menjadi penting agar kami bisa mendapatkan arahan sekaligus peluang pendanaan dari pusat,” katanya.
Langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan Pemkab Sleman dalam mempercepat pembangunan infrastruktur secara menyeluruh. Dengan dukungan pendanaan yang tepat, berbagai proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kualitas layanan publik di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren kebakaran lahan di Sleman selama sembilan tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif. Musim kemarau panjang menjadi salah satu pemicu utama lonjakan kasus
Pengaspalan Jalan Janti-Prambanan berlangsung Senin 3 Agustus 2026 pukul 08.00-12.00 WIB. Pengendara diminta waspadai penyempitan jalur.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Pemkot Jogja akan menurunkan alat berat untuk membersihkan dan menata kawasan Sungai Code sisi selatan di Sorosutan dalam dua pekan mendatang.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.