Advertisement
Polda DIY Siagakan di GT Purwomartani, Antisipasi Antrean Mengular
Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at (mengenakan rompi) memantau para pemudik yang masuk ke Gerbang Tol Purwomartani pada Senin (16/3/2026). - Harian Jogja // Catur Dwi JanatiÂ
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY mengambil langkah antisipatif dengan menyiagakan pos pantau khusus di titik pertemuan ruas tol fungsional Segmen Prambanan-Purwomartani dan jalur arteri.
Langkah ini dilakukan guna mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang berpotensi mengular hingga ke jalan utama selama periode puncak mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Advertisement
Penempatan personel di ujung ruas fungsional ini bertujuan untuk memonitor secara ketat fluktuasi volume kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol (GT) Purwomartani. Dengan pengawasan melekat, kepolisian dapat mengambil keputusan cepat dalam melakukan manajemen arus lalu lintas agar kepadatan di area pintu tol tidak mengganggu kelancaran di jalan raya nasional.
"Ada pos pantau di depan [jalan] arteri. Pos pantau untuk memantau panjangnya antrean gate tol sampai dengan arteri, makanya pos pantaunya ada di ujung arteri," terang Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at, pada Senin (16/3/2026).
BACA JUGA
Skema pengalihan arus telah disiapkan apabila antrean kendaraan di GT Purwomartani sudah menyentuh angka krusial sepanjang 350 meter atau mencapai bahu jalan arteri.
Jika kondisi tersebut terjadi, petugas akan segera mengarahkan kendaraan menuju jalur Prambanan sebagai jalur alternatif guna memecah konsentrasi massa dan mencegah kemacetan total di ruas utama Jogja-Solo.
"Untuk Gerbang Tol Purwomartani, jarak antara gate dengan arteri 350 meter. Apabila antrean dari gate sudah mencapai arteri, maka arus akan kami alihkan ke Prambanan. Kalau sudah terurai sudah landai akan kami buka kembali begitu," jelas Arie menegaskan teknis diskresi kepolisian di lapangan.
Selain fokus pada area pintu tol, Ditlantas Polda DIY juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan Solo dengan menutup mayoritas titik putar balik (U-Turn).
Dari total 12 titik putar balik yang ada di sepanjang koridor delapan kilometer tersebut, sebanyak sembilan titik akan ditutup secara situasional untuk meminimalisir hambatan samping yang sering menjadi pemicu kemacetan.
Adapun tiga lokasi putar balik yang tetap dipertahankan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026 meliputi titik di depan AU, Telkom, dan Sendangayu.
Meskipun demikian, kebijakan penutupan ini tetap bersifat fleksibel; jika pantauan arus lalu lintas di Jalan Solo menunjukkan kondisi landai dan lancar, petugas dapat membuka kembali akses putar balik tersebut demi kenyamanan mobilitas warga lokal.
Sinergi pengamanan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang memasuki wilayah Yogyakarta melalui akses tol fungsional.
Kepolisian mengimbau pengguna jalan untuk terus memantau arahan petugas di lapangan dan memanfaatkan informasi rambu lalu lintas digital guna menentukan rute perjalanan yang paling efisien menuju tujuan akhir di wilayah Bumi Handayani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Situasi Iran Tegang, Ratusan Orang Ditangkap Dianggap Mata-Mata
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








