Advertisement

Sleman Perluas Trayek Bus Sekolah di Kalasan, Target Mei 2026

Andreas Yuda Pramono
Selasa, 24 Maret 2026 - 18:07 WIB
Sunartono
Sleman Perluas Trayek Bus Sekolah di Kalasan, Target Mei 2026 Bus sekolah - Foto ilustrasi dibuat oleh AI - StocCake

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mematangkan skema perluasan jangkauan moda transportasi pendidikan di kawasan timur.

Fokus utama rencana perpanjangan trayek bus sekolah ini menyasar wilayah Kapanewon Kalasan, dengan mengoptimalkan unit armada bantuan pusat yang ada di lingkungan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SR MA) 20 Sleman, Purwomartani.

Advertisement

Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi, menjelaskan bahwa keberadaan armada bantuan Kementerian Perhubungan tersebut selama ini belum terserap maksimal karena pola hunian siswa sekolah terkait.

"Bus yang merupakan bantuan Kementerian Perhubungan untuk sekolah rakyat itu juga belum beroperasi hingga sekarang," kata Heri saat dikonfirmasi pada Selasa (24/3/2026).

Lantaran mayoritas siswa SR MA 20 bermukim di asrama, potensi idle atau jarang digunakannya bus tersebut memicu inisiatif pemerintah untuk membuka akses bagi pelajar dari instansi pendidikan lain di sekitarnya.

Saat ini, otoritas perhubungan masih tertahan pada tahapan pemenuhan legalitas dokumen dan kelengkapan administrasi kendaraan dari pusat, termasuk penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

Proses alih status kendaraan menjadi aset daerah tersebut menjadi syarat mutlak sebelum trayek bus sekolah resmi diluncurkan, yang diproyeksikan menjadi kado spesial menjelang momentum Hari Jadi Kabupaten Sleman pada bulan Mei mendatang.

"Sekarang ini kami masih dalam taraf perencanaan untuk penambahan trayek bus sekolah rakyat. Nanti ada berita acara serah terima bus juga. Jadi ada prosedur yang masih harus dilalui," imbuhnya.

Kebijakan inklusivitas penggunaan fasilitas negara ini juga mendapat dukungan dari level pemerintah pusat demi efektivitas sarana pendidikan.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, sebelumnya sempat menekankan bahwa pemanfaatan armada tidak boleh bersifat eksklusif hanya untuk satu sekolah, asalkan tetap dalam koridor aktivitas edukatif. "Bus ini hanya digunakan untuk kepentingan belajar mengajar. Contohnya bisa kunjungan ke museum," ujar Saifullah.

Langkah ini selaras dengan mandat Gubernur DIY yang mewajibkan kunjungan museum bagi siswa sebagai bagian dari penguatan literasi sejarah dan budaya lokal.

Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan adanya kendala distribusi fisik dan serah terima yang dialami oleh pihak sekolah penerima manfaat sejak akhir tahun lalu.

Kepala SR MA 20 Sleman, Reti Sudarsih, mengungkapkan bahwa meskipun kabar pemberian bus sudah terdengar sejak awal November 2025, operasional armada tersebut masih nihil hingga saat ini.

"Sampai sekarang masih belum diserahterimakan ke SR MA 20. Bus yang diberikan ke SR MA 19 di Bantul juga sama situasinya. Bus itu sekarang ada di mana saya juga tidak tahu," ungkap Reti pada Selasa, yang menunjukkan bahwa sinkronisasi data dan unit fisik masih menjadi pekerjaan rumah sebelum perluasan trayek bus sekolah benar-benar bisa dinikmati para pelajar di Kalasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Polda Jateng Kawal Ketat 224 Destinasi Wisata Selama Libur Lebaran

Polda Jateng Kawal Ketat 224 Destinasi Wisata Selama Libur Lebaran

News
| Selasa, 24 Maret 2026, 20:27 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement