Advertisement
12 Kalurahan di Bantul Ajukan Desa Budaya
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA - Hery Sidik)
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 12 kalurahan di Kabupaten Bantul mengajukan diri sebagai desa rintisan budaya pada 2026, menambah deretan wilayah yang berkomitmen melestarikan kearifan lokal. Dengan tambahan ini, jumlah desa rintisan budaya di Bantul kini mencapai 51 kalurahan dari total 75 yang ada.
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanuatun Yunadiana, menjelaskan bahwa penetapan desa rintisan budaya tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan dan proses verifikasi ketat.
Advertisement
“Dalam penetapan desa rintisan budaya ada sejumlah tahapan yang dilakukan dan juga verifikasi,” ujarnya, Senin (30/3).
Adapun 12 kalurahan pengusul tersebar di sejumlah kapanewon, yakni Kebonagung, Jambidan, Tirtomulyo, Sidomulyo, Canden, Ngestiharjo, Pendowoharjo, Palbapang, Wonolelo, Segoroyoso, Jagalan, dan Panjangrejo.
BACA JUGA
Proses verifikasi mencakup beragam aspek budaya yang hidup di masyarakat, mulai dari adat istiadat, tradisi, kesenian, hingga permainan tradisional. Selain itu, penilaian juga meliputi bahasa, sastra, aksara, kerajinan, kuliner khas, hingga praktik pengobatan tradisional.
“Penilaian juga mencakup kerajinan, kuliner khas, pengobatan tradisional, serta keberadaan bangunan dan warisan budaya,” katanya.
Tak hanya melibatkan pemerintah daerah, proses verifikasi juga menggandeng tim independen yang terdiri dari akademisi, praktisi, budayawan, hingga seniman. Keterlibatan berbagai unsur ini bertujuan memastikan penilaian berlangsung objektif sekaligus merepresentasikan kondisi riil potensi budaya di setiap kalurahan.
Dengan terus bertambahnya desa rintisan budaya, Pemkab Bantul berharap pelestarian dan pengembangan budaya lokal dapat semakin mengakar di tengah masyarakat. Upaya ini juga diharapkan memperkuat identitas daerah di tengah derasnya arus modernisasi.
Seusai proses verifikasi rampung, kalurahan yang lolos diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya sekaligus daya tarik baru bagi pengembangan potensi lokal di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kondisi Andrie Yunus Korban Air Keras Belum Membaik, Masih di HCU
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
Advertisement
Advertisement







