Advertisement
Malam Hari Jadi Andalan, Girder Tol Jogja Solo Dipasang Lagi
Pemasangan girder di area pengerjaan Tol Jogja-Solo. - Istimewa // PT Adhi Karya
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman kembali menggeliat usai jeda Lebaran. Mulai pekan depan, pemasangan girder di barat Simpang Kronggahan dijadwalkan berlangsung pada malam hari dengan skema contraflow untuk menekan kemacetan di jalan ring road.
Pekerjaan konstruksi telah kembali berjalan sejak 28 Maret 2026 setelah sebelumnya dihentikan sementara guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Kini, fokus pengerjaan diarahkan pada penyelesaian struktur utama di jalur tersebut.
Advertisement
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengatakan aktivitas proyek sudah mulai terlihat kembali sejak akhir Maret.
"Sudah kami mulai ini dari mulai tanggal 28 Maret sebenarnya sudah ada aktivitas," ungkap Agung pada Selasa (31/3/2026).
BACA JUGA
Agenda terdekat yang akan dikerjakan adalah melanjutkan pemasangan girder di tengah jalan ring road, tepatnya di barat Simpang Kronggahan hingga ke arah barat memasuki area setelah tikungan Ngawen, Kronggahan.
"Yang pertama [dikerjakan usai libur], nanti ini kami agendanya meneruskan erection girder di tengah ring road itu. Nanti kami selesaikan dari sebelah barat perempatan Kronggahan sampai masuk ke dalam itu," jelasnya.
Girder sendiri merupakan balok panjang berbahan beton atau baja yang dipasang melintang di antara dua pilar penyangga. Dalam proyek Tol Jogja-Solo, komponen ini menjadi bagian penting yang menghubungkan antar pier atau tiang penyangga jalan tol.
Untuk menghindari kepadatan lalu lintas, pemasangan girder direncanakan dilakukan pada malam hari. Aktivitas konstruksi diperkirakan dimulai di atas pukul 22.00 WIB.
"Malam pasti [pengerjaannya]. Nanti mesti di atas jam 10 [malam]," tandasnya.
Selain pengaturan waktu kerja, rekayasa lalu lintas juga disiapkan. Sistem contraflow akan diterapkan secara situasional menyesuaikan posisi alat berat di lapangan.
Jika pengerjaan menutup jalur sisi selatan ring road, arus kendaraan akan dialihkan ke sisi utara, begitu pula sebaliknya. Skema ini diharapkan menjaga arus lalu lintas tetap berjalan meski ada aktivitas konstruksi.
"Kami bikin contraflow. Jadi Kronggahan ke barat itu nanti satu jalur kami gunakan. Kalau pas untuk yang sisi selatan, ya sisi selatan kami off-kan, kami close. Nanti contraflow di sisi utara. Nanti sebaliknya seperti itu," tegasnya.
Pihak kontraktor juga akan menyampaikan informasi lanjutan terkait pengaturan lalu lintas secara lebih rinci menjelang pelaksanaan pemasangan girder.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Apartemen Cipinang Jadi Pabrik Ekstasi, Polisi Sita Ribuan Butir
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






