Advertisement
Wisatawan ke Sleman Turun 9,57 Persen Saat Lebaran 2026, Ini Sebabnya
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman selama libur Lebaran 2026 mengalami penurunan signifikan.
Dinas Pariwisata (Dispar) mencatat total kunjungan hanya mencapai 502.267 orang atau turun 9,57% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Advertisement
Akibatnya, hal ini berdampak langsung pada pendapatan daerah dari sektor retribusi. Pada periode 14–19 Maret 2026, Dispar mencatat retribusi hanya mencapai Rp271,2 juta atau turun 18,04% dibandingkan 2025 yang mencapai Rp330,9 juta.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi beberapa faktor utama. Selain durasi libur Lebaran 2026 yang lebih pendek di akhir periode, kondisi cuaca yang tidak menentu serta daya beli masyarakat yang belum pulih juga turut berkontribusi.
BACA JUGA
“Ada penurunan 9,57%. Tahun lalu 556.033 kunjungan, sekarang 502.267 orang,” ujar Kus, Rabu (1/4/2026).
Dari sisi asal wisatawan, kunjungan masih didominasi wisatawan nusantara dengan porsi mencapai 99,22%. Wisatawan dari Jawa Tengah dan DIY mendominasi sebesar 35,6%, disusul Jawa Timur 32,4%, serta Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten sebesar 27,5%.
Fenomena micro-tourism juga disebut menjadi faktor penting. Wisatawan kini cenderung memilih destinasi yang lebih dekat dari tempat tinggal untuk efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
“Wisatawan lebih memilih mengeksplorasi destinasi sekitar yang mudah dijangkau dalam waktu singkat,” jelasnya.
Destinasi Favorit dan Perputaran Uang
Meski terjadi penurunan, beberapa destinasi unggulan Sleman tetap menjadi magnet wisata. Lima destinasi dengan kunjungan tertinggi antara lain:
- Candi Prambanan
- Kawasan Kaliadem
- Kawasan Kaliurang
- Jip Merapi
- Ledok Sambi
Rata-rata lama tinggal wisatawan tercatat 2,25 hari dengan pengeluaran sekitar Rp563.759 per orang.
Secara keseluruhan, perputaran uang selama libur Lebaran 2026 mencapai Rp637,8 miliar. Pengeluaran terbesar wisatawan dialokasikan untuk:
- Kuliner: 29,5%
- Akomodasi: 25,4%
- Transportasi: 20,3%
- Oleh-oleh: 15,6%
- Lain-lain: 9,2%
Prambanan Justru Lampaui Target
Di tengah tren penurunan, pengelola kawasan candi justru mencatat capaian positif. Manajer Umum PT Taman Wisata Candi Prambanan, Ratno Timur, menyebut target kunjungan berhasil terlampaui.
“Target kami 129.000 kunjungan, realisasinya mencapai 130.000 kunjungan,” katanya.
Ke depan, Dispar Sleman akan mengevaluasi strategi promosi dan pengembangan destinasi untuk mengantisipasi perubahan tren wisata, termasuk fenomena micro-tourism yang diprediksi masih akan berlanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
Advertisement
Advertisement









