Advertisement
BNNK Sleman Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape
Rokok elektrik alias vape / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN — BNNK Sleman memperketat pengawasan terhadap peredaran narkotika yang menyasar generasi muda. Salah satu modus baru yang diwaspadai adalah penyalahgunaan rokok elektrik atau vape melalui campuran zat terlarang pada liquid.
Kepala BNNK Sleman, Teguh Tri Prasetya, mengungkapkan pihaknya telah melakukan operasi di sejumlah gerai vape di wilayah Sleman. Dari kegiatan tersebut, petugas mengambil sampel produk untuk diuji di laboratorium.
Advertisement
“Kami sudah melakukan operasi di beberapa konter dan mengambil sampel. Ada lima cartridge yang kami kirim ke laboratorium BNN di Bogor untuk diuji,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Uji Sampel dan Edukasi Penjual
BACA JUGA
Hasil sementara pengujian terhadap lima sampel belum menunjukkan adanya kandungan narkotika. Meski demikian, BNNK Sleman tetap memberikan edukasi kepada para pelaku usaha agar lebih selektif dalam menjual produk.
Penjual diminta tidak memperdagangkan liquid vape yang tidak jelas asal-usulnya demi melindungi konsumen dari potensi penyalahgunaan.
Ancaman Pil Berbahaya
Selain modus vape, Teguh juga menyoroti maraknya penyalahgunaan obat keras seperti pil berbahaya yang dikenal dengan sebutan “pil sapi” atau Yarindo.
Menurutnya, obat tersebut kerap disalahgunakan melalui celah resep dokter. Modusnya, pengguna berpura-pura mengalami gangguan tertentu untuk mendapatkan resep, lalu obat tersebut diperjualbelikan secara ilegal.
“Masalah muncul ketika obat tidak digunakan sesuai anjuran medis, tetapi disalahgunakan dan diedarkan,” katanya.
Dampak Serius bagi Kesehatan
Penyalahgunaan psikotropika disebut memiliki dampak jangka panjang yang serius, mulai dari gangguan saraf, kerusakan organ jantung, hingga penurunan fungsi kognitif. Kondisi ini dinilai mengancam kualitas sumber daya manusia.
Gencarkan Program Pencegahan
Sebagai langkah preventif, BNNK Sleman terus menggencarkan program Ananda Bersinar yang menyasar kalangan remaja serta memperkuat peran keluarga dalam pencegahan narkoba.
Masyarakat juga diimbau tidak ragu melaporkan anggota keluarga yang terindikasi penyalahgunaan narkotika agar dapat segera menjalani rehabilitasi.
“Jangan takut melapor. Kami memiliki klinik rehabilitasi dengan layanan gratis,” tegas Teguh.
Dukungan Pemkab Sleman
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BNNK Sleman dalam upaya memutus peredaran narkotika.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat menghambat pembangunan daerah, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor, termasuk dukungan pendanaan dari pemerintah daerah.
Upaya pengawasan dan pencegahan ini diharapkan mampu menekan peredaran narkotika di Sleman, sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat terlarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Dari Dapur Sederhana, Perjuangan Kader Ini Ubah Nasib Balita
- SIM Keliling Polda DIY Kamis 9 April, Ini Jadwal Lengkapnya
- Rehabilitasi RTLH Sleman Belum Terealisasi, Masih Diverifikasi
- WFH ASN Kulonprogo Tertahan Skema Belum Klop di Lapangan
- Ini Jadwal Bus DAMRI YIA Berangkat Tiap Jam, Akses Makin Mudah
Advertisement
Advertisement







