Menteri UMKM: Pendapatan Ojol Tak Turun usai Komisi 8 Persen
Menteri UMKM menyatakan pendapatan ojol tidak turun setelah skema komisi 92:8 berlaku. Penurunan penghasilan disebut dipengaruhi musim libur
Suasana peringatan Hari Air Sedunia 2026 di Instalasi Bedog, Rabu (8/4/2026). Ist
Harianjogja.com, SLEMAN — PDAM Tirta Sembada Sleman terus memperkuat layanan air bersih melalui optimalisasi Instalasi Bedog yang menjadi salah satu sumber pasokan utama bagi masyarakat di Kapanewon Mlati dan sekitarnya.
Instalasi yang mulai beroperasi sejak 2018 tersebut melayani lebih dari 1.000 pelanggan dengan kapasitas produksi sekitar 10 liter per detik. Sumber air baku berasal dari Sungai Bedog yang diolah melalui serangkaian proses penyaringan hingga layak konsumsi.
Direktur PDAM Tirta Sembada Sleman, Edy Nugroho, menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan dan kualitas air bersih, termasuk menghadapi musim kemarau.
“PDAM Tirta Sembada Sleman menjamin kecukupan dan kelayakan air bersih bagi masyarakat, termasuk saat musim kemarau,” ujarnya saat peringatan Hari Air Sedunia 2026 di Instalasi Bedog, Rabu (8/4/2026).
Proses Pengolahan Berlapis
Air dari Sungai Bedog diolah melalui beberapa tahap, mulai dari penyaringan awal, pengendapan dengan bahan penjernih, hingga proses desinfeksi menggunakan klorin dan kaporit. Tahapan ini memastikan air yang didistribusikan aman digunakan masyarakat.
Pada momentum Hari Air Sedunia, PDAM juga mengajak pemangku kepentingan dan komunitas untuk melihat langsung proses pengolahan air di instalasi yang berada di Kalurahan Tlogoadi tersebut.
Edy menjelaskan, PDAM Tirta Sembada Sleman saat ini mengoperasikan 16 instalasi pengolahan air yang bersumber dari air permukaan maupun air tanah.
Untuk air permukaan, pasokan berasal dari sejumlah sungai seperti Sungai Bedog, Sungai Konteng, Sungai Denggung, hingga Sungai Opak. Sementara itu, sumber air tanah diperoleh dari mata air di beberapa wilayah.
Antisipasi Kemarau Panjang
Menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang pada 2026, PDAM melakukan berbagai langkah antisipatif. Salah satunya dengan mengoptimalkan sumber air alternatif, termasuk sumur di wilayah Ketingan, Temon, dan Saren.
Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bersih bagi pelanggan di Kabupaten Sleman.
Selain menjaga pasokan, PDAM juga terus melakukan inovasi layanan, termasuk kemudahan pembayaran melalui perbankan dan penyedia jasa lainnya.
Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih juga rutin dilakukan. Bahkan, pada momen tertentu, PDAM memberikan promo sambungan baru dengan potongan harga hingga 50 persen.
PDAM Tirta Sembada Sleman menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan air bersih yang merata, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menteri UMKM menyatakan pendapatan ojol tidak turun setelah skema komisi 92:8 berlaku. Penurunan penghasilan disebut dipengaruhi musim libur
Libur sekolah membawa lebih dari 200 ribu wisatawan ke Bantul. PAD dari retribusi wisata mencapai Rp2,76 miliar dan okupansi hotel naik menjadi 70 persen.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.
Bregada Jaga Malioboro Jadi Daya Tarik Wisata, Pengunjung Antusias Berfoto dan Bertanya Seputar Budaya Jogja
Program Makan Bergizi Gratis di Bantul kembali berjalan. Sekitar 100 dapur telah beroperasi, sementara 35 lainnya masih menyelesaikan persiapan.
Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar adalah salah satu bendungan yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto