Advertisement
Rehabilitasi RTLH Sleman Belum Terealisasi, Masih Diverifikasi
Rumah tak layak huni - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Sleman belum memasuki tahap pelaksanaan. Hingga Kamis (9/4/2026), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Sleman masih melakukan verifikasi calon penerima bantuan.
Tahapan ini menjadi penentu agar bantuan tepat sasaran, baik dari sisi kondisi fisik rumah maupun kesiapan warga penerima. Proses verifikasi juga mempertimbangkan pengalaman sebelumnya, di mana sejumlah calon penerima mengundurkan diri karena belum siap menjalani perbaikan rumah.
Advertisement
"Program tahun anggaran 2026 saat ini masih difokuskan pada penyaringan penerima manfaat," kata Kepala Bidang Perumahan DPUPKP Sleman, Suwarsono dikutip Rabu (8/4/2026)
Pemkab Sleman telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,8 miliar dalam APBD 2026 untuk merehabilitasi 615 unit RTLH. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang menyasar 550 unit rumah.
BACA JUGA
Dalam pelaksanaannya, bantuan dibagi dalam tiga kategori kerusakan, yakni ringan, sedang, dan berat. Nilai bantuan berkisar Rp10 juta hingga Rp20 juta per unit, yang difokuskan untuk pembelian material bangunan.
Program RTLH di Sleman bersifat stimulan, sehingga penerima manfaat tetap didorong berpartisipasi secara swadaya, baik dalam bentuk tenaga maupun tambahan biaya. "Selain itu, pendampingan oleh fasilitator lapangan juga disiapkan untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai ketentuan dan transparan".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Desak AS Pilih Gencatan Senjata atau Perang Lewat Israel
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Silaturahmi di Gunungkidul, Ini Pesan Penting Sultan HB X
- WFH ASN DIY Dimulai, Rabu Dipilih Hindari Efek Libur Panjang
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di DIY Mulai 9-11 April
- Viral Keributan di Kotagede Jogja, Polisi Pastikan Berakhir Damai
- Kasus Pengoplosan LPG Subsidi Jadi 12 Kg di Bantul Terbongkar
Advertisement
Advertisement






