Bantul Usulkan 1.000 RTLH ke Kementerian PKP untuk Dibantu pada 2027
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Wakil Ketua DPRD Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti. Dok Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Upaya mengenalkan dunia pertanian kepada pelajar mulai digencarkan di Bantul. Program yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul ini menyasar anak usia dini, mulai dari jenjang SD hingga SMP.
Wakil Ketua DPRD Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti, menilai langkah tersebut layak mendapat dukungan penuh karena sejalan dengan arah pembangunan nasional di sektor ketahanan pangan.
“Program pengenalan sektor pertanian pada anak usia dini ini tentu menjadi program unggulan yang selaras dengan pemerintah pusat. Ini menjadi tonggak menuju swasembada pangan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Didukung Potensi Lahan Luas
Menurut Titis, Bantul memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai lumbung pangan. Data dari dinas terkait mencatat luas Lahan Baku Sawah (LBS) mencapai sekitar 13.720 hektare.
Angka tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian pangan di masa mendatang.
Ia menegaskan, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada lahan dan sarana produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM).
Karena itu, edukasi pertanian sejak dini dinilai penting untuk menyiapkan generasi unggul di bidang ini.
“Artinya program tersebut bukan mendorong anak-anak menjadi petani, tetapi agar Indonesia tidak kehabisan SDM unggul di bidang pertanian,” jelasnya.
Titis berharap ke depan lahir generasi baru yang tidak hanya tertarik pada sektor pertanian, tetapi juga menguasai teknologi modern. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus hasil produksi.
“Kita berharap lahir generasi yang unggul dalam penguasaan teknologi pertanian,” ujarnya.
Peran Strategis Bantul di DIY
Lebih lanjut, Bantul memiliki posisi strategis sebagai penyangga kebutuhan pangan di DIY. Wilayah seperti Kapanewon Kretek dan Kapanewon Sanden dikenal sebagai sentra hortikultura, khususnya komoditas bawang merah dan cabai.
Dalam pelaksanaannya, program ini menyasar 32 sekolah, mulai dari SD hingga SLB.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan setiap sekolah mendapat paket bibit hortikultura untuk dikelola secara mandiri.
“Setiap sekolahan mendapat 150 bibit cabai, 150 bibit tomat, dan 150 bibit terong. Ini bentuk pengenalan pertanian sejak dini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
FIFA kaji penambahan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Usulan ini bisa buka peluang besar bagi Indonesia lolos ke putaran final.
Cara atasi badan pegal tanpa obat: peregangan, istirahat cukup, minum air, mandi hangat, pijat, hingga konsultasi ke dokter jika tak kunjung hilang.
Penetapan Hari Besar Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dinilai MLKI Sleman menjadi momentum penting untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap.
Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa resmi diperingati pada 13 Juli 2026. Simak daftar hari besar nasional dan internasional yang jatuh pada tanggal in
Deretan agenda Jogja Juli 2026: Artjog, Prambanan Jazz, INACRAFT, Saparan Bekakak, lomba layangan, hingga lari malam. Catat jadwalnya sekarang!