Advertisement
Kirab Manten Tebu Jadi Penanda Musim Giling di Madukismo Bantul
Sepasang manten tebu atau pengantin tebu saat diarak menuju masjid untuk menjalani prosesi ijab kabul dalam gelaran budaya kirab tebu manten yang mengelilingi kompleks Pabrik Madukismo, di Kasihan, Bantul, Sabtu (11/4/2026). - Harian Jogja - Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Tradisi kirab Manten Tebu kembali digelar di kompleks Pabrik Madukismo di Kasihan, Bantul, Sabtu (11/4/2026), menjadi penanda dimulainya musim giling dan suling tebu tahun ini.
Prosesi kirab dimulai sekitar pukul 14.15 WIB dengan iring-iringan pengantin tebu yang mengelilingi kawasan pabrik. Warga dan anak-anak turut memeriahkan acara dengan penampilan kesenian tradisional hingga iringan musik modern.
Advertisement
Ketua panitia, Suhadi, menjelaskan rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari selamatan sebelum proses produksi dimulai. Agenda budaya tersebut telah berlangsung sejak 25 Maret dan ditutup dengan prosesi Manten Tebu.
"Manten Tebu merupakan representasi kerja keras divisi bagian tanaman, mulai dari menanam, memelihara, hingga menebang," ujarnya.
BACA JUGA
Tebu yang dijadikan pengantin dipilih dari hasil terbaik perkebunan di DIY dan sebagian Jawa Tengah. Tahun ini, tebu perempuan berasal dari Minggir di Sleman dengan nama Nyi Petak, sementara tebu laki-laki dari Magelang diberi nama Kyai Tumpak.
Kedua tebu tersebut dihias menyerupai pengantin dan diarak menggunakan kereta kuda. Prosesi dilanjutkan dengan simbolisasi ijab kabul di masjid sebelum pasangan tebu dibawa ke area gilingan.
Di lokasi tersebut, Manten Tebu diserahkan dari bagian tanaman kepada pihak pabrik sebagai tebu pertama yang digiling, sekaligus penanda dimulainya proses produksi gula.
Secara filosofi, tradisi ini menjadi doa agar hasil panen melimpah dan tanaman tebu di masa mendatang tumbuh subur serta berkualitas baik.
Suhadi menambahkan, proses penggilingan gula secara resmi akan dimulai pada 19 April 2026 dan diproyeksikan berlangsung selama lima hingga enam bulan dengan target produksi mencapai 4,8 juta kuintal.
Â
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
Advertisement
Berita Populer
- Koperasi Desa Merah Putih di DIY Belum Optimal, Ini Kendalanya
- Pelajar Bantul Dikenalkan Pertanian, Siapkan SDM Unggul
- Siap-siap, Sleman dan Kota Jogja Padam Listrik Mulai Pukul 10.00 WIB
- Petugas TPR JJLS Gunungkidul Dicopot Usai Viral Tiket Tak Sesuai
- Menjelang Vonis, Kasus Hibah Pariwisata Sleman Menguat
Advertisement
Advertisement








