Transmigran Jogja ke Konawe Utara Berangkat Tanpa Jatah Hidup
Transmigran asal Jogja yang ditempatkan di Konawe Utara tak mendapat jatah hidup. Pemkot Jogja berencana mencari dukungan Baznas.
Foto Ilustrasi, penyelenggaraaan Langen Carita 2023. - dok/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Festival Langen Carita 2026 di Kabupaten Sleman menghadirkan penampilan siswa sekolah dasar yang mengangkat isu lingkungan melalui seni tradisional, menjadi upaya konkret menjaga keberlanjutan budaya sekaligus membangun kesadaran sejak dini.
Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Sedan di Sariharjo, Ngaglik pada Sabtu (11/4/2026) ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman dengan dukungan Dana Keistimewaan DIY.
Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Disbud Sleman, Dekhi Nugroho, menyampaikan festival ini melibatkan lima kapanewon, yakni Moyudan, Mlati, Berbah, Seyegan, dan Depok.
Seluruh peserta merupakan siswa sekolah dasar yang menampilkan pertunjukan langen carita, perpaduan seni tari, tembang, dan iringan gamelan. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Cinta Alam dan Kesadaran Lingkungan” sebagai media edukasi ekologi bagi anak-anak melalui pendekatan budaya.
Pemkab Sleman menunjukkan dukungan serius dengan memberikan fasilitasi anggaran sebesar Rp28,97 juta untuk setiap kelompok peserta. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan produksi, mulai dari honor pelaku seni hingga penataan artistik.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Wahyudi Purnomo, Sri Wahyuningsih, dan G.S. Darto. Para peserta memperebutkan predikat Penyaji Terbaik dengan hadiah pembinaan hingga Rp10 juta.
“Ini penting kita lestarikan, karena ini adalah warisan budaya kita. Ini cocok sekali untuk membentuk karakter generasi muda, anak-anak kita, karena di dalam langen carita itu ada norma-norma budaya, nilai-nilai budaya yang positif, yang harus kita lestarikan,” kata Dekhi.
Selain sebagai ajang kompetisi, festival ini juga menjadi tahap seleksi menuju tingkat provinsi. Pemenang pertama akan mewakili Kabupaten Sleman dalam lomba di tingkat DIY yang dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Mei 2026.
Melalui kegiatan ini, regenerasi pelaku seni tradisional diharapkan terus tumbuh, sekaligus memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu pusat pengembangan seni budaya berbasis identitas lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transmigran asal Jogja yang ditempatkan di Konawe Utara tak mendapat jatah hidup. Pemkot Jogja berencana mencari dukungan Baznas.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.