Advertisement

Anak SD Tampil di Festival Langen Carita Sleman Angkat Isu Lingkungan

Andreas Yuda Pramono
Sabtu, 11 April 2026 - 15:57 WIB
Maya Herawati
Anak SD Tampil di Festival Langen Carita Sleman Angkat Isu Lingkungan Foto Ilustrasi, penyelenggaraaan Langen Carita 2023. - dok - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Festival Langen Carita 2026 di Kabupaten Sleman menghadirkan penampilan siswa sekolah dasar yang mengangkat isu lingkungan melalui seni tradisional, menjadi upaya konkret menjaga keberlanjutan budaya sekaligus membangun kesadaran sejak dini.

Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Sedan di Sariharjo, Ngaglik pada Sabtu (11/4/2026) ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman dengan dukungan Dana Keistimewaan DIY.

Advertisement

Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Disbud Sleman, Dekhi Nugroho, menyampaikan festival ini melibatkan lima kapanewon, yakni Moyudan, Mlati, Berbah, Seyegan, dan Depok.

Seluruh peserta merupakan siswa sekolah dasar yang menampilkan pertunjukan langen carita, perpaduan seni tari, tembang, dan iringan gamelan. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Cinta Alam dan Kesadaran Lingkungan” sebagai media edukasi ekologi bagi anak-anak melalui pendekatan budaya.

Pemkab Sleman menunjukkan dukungan serius dengan memberikan fasilitasi anggaran sebesar Rp28,97 juta untuk setiap kelompok peserta. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan produksi, mulai dari honor pelaku seni hingga penataan artistik.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Wahyudi Purnomo, Sri Wahyuningsih, dan G.S. Darto. Para peserta memperebutkan predikat Penyaji Terbaik dengan hadiah pembinaan hingga Rp10 juta.

“Ini penting kita lestarikan, karena ini adalah warisan budaya kita. Ini cocok sekali untuk membentuk karakter generasi muda, anak-anak kita, karena di dalam langen carita itu ada norma-norma budaya, nilai-nilai budaya yang positif, yang harus kita lestarikan,” kata Dekhi.

Selain sebagai ajang kompetisi, festival ini juga menjadi tahap seleksi menuju tingkat provinsi. Pemenang pertama akan mewakili Kabupaten Sleman dalam lomba di tingkat DIY yang dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Mei 2026.

Melalui kegiatan ini, regenerasi pelaku seni tradisional diharapkan terus tumbuh, sekaligus memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu pusat pengembangan seni budaya berbasis identitas lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

El Nino Terpantau Muncul, BMKG Waspadai Dampak Kemarau Panjang

El Nino Terpantau Muncul, BMKG Waspadai Dampak Kemarau Panjang

News
| Sabtu, 11 April 2026, 17:47 WIB

Advertisement

Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat

Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat

Wisata
| Sabtu, 11 April 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement