Super League Diundur, Erick Tegaskan Klub Wajib Dukung Timnas
Erick Thohir memastikan klub di Indonesia tak punya alasan menolak pemanggilan Timnas usai jadwal Super League 2026/2027 diundur.
Komisi D DPRD DIY saat melakukan kunjungan di Museum Ullen Sentanu, Sleman, beberapa waktu lalu. Ist/ Dok. DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi D DPRD DIY menyoroti minimnya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengoptimalkan museum dan situs sejarah sebagai ruang edukasi publik. Kondisi ini dinilai menghambat peran strategis museum dalam membangun kesadaran sejarah generasi muda.
Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, menegaskan museum seharusnya tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar aktif yang terhubung dengan dunia pendidikan dan pariwisata.
“Keprihatinan kami saat ini adalah belum adanya kolaborasi yang masif antara OPD seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata dalam mendukung peran museum. Padahal museum bisa menjadi ruang belajar yang penting bagi generasi muda,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, pemahaman sejarah menjadi fondasi penting dalam membentuk cara pandang generasi muda. Karena itu, penguatan fungsi edukasi museum dinilai perlu dilakukan secara terintegrasi lintas sektor.
Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menambahkan penguatan museum juga sejalan dengan upaya menjadikan Yogyakarta sebagai City of Museum. Ia menilai dukungan kebijakan, termasuk bagi museum swasta, harus diperkuat agar pengelolaan berkelanjutan dapat terwujud.
Saat ini, DPRD DIY tengah mendorong penyusunan Raperda tentang museum sebagai payung hukum. Regulasi tersebut diharapkan mampu mengatur tata kelola koleksi, pendanaan, hingga promosi agar museum dan situs sejarah lebih berkembang.
“Ke depan, kami berharap Raperda ini dapat menjadi payung bagi seluruh museum, baik milik pemerintah maupun swasta, sehingga mampu meningkatkan daya tarik wisata di DIY, tidak hanya destinasi populer seperti Keraton Yogyakarta, Taman Sari, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan, tetapi juga museum dan potensi budaya lainnya,” jelasnya.
Selain museum, DPRD DIY juga menyoroti pentingnya optimalisasi situs sejarah, salah satunya Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan di Kabupaten Sleman. Situs tersebut memiliki nilai historis tinggi sebagai lokasi ditemukannya dua pahlawan, Kolonel Infanteri Anumerta Katamso Darmokusumo dan Kolonel Infanteri Anumerta Sugiyono Mangunwiyoto.
Anton menegaskan bahwa monumen dan situs sejarah harus terus dihidupkan sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai kebangsaan, khususnya Pancasila, bagi masyarakat.
“Monumen bukan sekadar situs sejarah, tetapi ruang pembelajaran nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda agar tidak melupakan jati diri bangsa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Erick Thohir memastikan klub di Indonesia tak punya alasan menolak pemanggilan Timnas usai jadwal Super League 2026/2027 diundur.
Prancis tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Spanyol. Kylian Mbappe menjadi sorotan dan mendapat kritik tajam dari media Prancis.
macOS Golden Gate Public Beta rilis! Fitur Siri AI, Liquid Glass, dan peningkatan performa. Hanya untuk Mac Apple Silicon, wajib backup data sebelum instalasi.
Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Gunungkidul. Dampaknya, harga ayam naik menjadi Rp35.000 per kilogram, diikuti kenaikan telur dan cabai rawit.
Madonna cetak album nomor 1 ke-10 dengan Confessions II, terjual 134.000 unit dan kalahkan Olivia Rodrigo. Album sekuel 20 tahun ini langsung puncaki Billboard
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka