Advertisement

Pancaroba, BMKG Imbau Warga DIY Waspadai Cuaca Ekstrem

Stefani Yulindriani Ria S. R
Senin, 13 April 2026 - 11:37 WIB
Sunartono
Pancaroba, BMKG Imbau Warga DIY Waspadai Cuaca Ekstrem Ilustrasi cuaca buruk. - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca di wilayah DIY diperkirakan masih belum stabil meski memasuki awal musim kemarau. Fenomena hujan lebat hingga angin kencang diprediksi masih akan terjadi selama masa pancaroba hingga Mei mendatang.

Kondisi ini dipengaruhi peralihan musim dari penghujan ke kemarau yang membuat potensi cuaca ekstrem tetap muncul, meski tidak terjadi setiap hari.

Advertisement

Ketua Tim Informasi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika DIY, Romadi, menjelaskan hujan dengan intensitas sedang hingga deras pada periode ini masih tergolong normal.

“Fenomena seperti ini masih lumrah terjadi pada peralihan musim. Ada potensi hujan lebat disertai angin kencang, meski intensitasnya tidak sering atau terjadi sesekali,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menuturkan, dinamika cuaca dipicu perubahan arah angin dari timur ke barat serta munculnya pola siklonik atau tekanan rendah di wilayah barat Pulau Sumatera, khususnya sekitar Bengkulu.

Kondisi tersebut membuat DIY menjadi daerah konvergensi atau pertemuan angin yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

Wilayah dengan topografi perbukitan menjadi area paling rawan. Beberapa di antaranya meliputi Sleman bagian utara, kawasan Menoreh di Kulonprogo, hingga perbukitan di Gunungkidul.

“Di daerah perbukitan, angin cenderung naik sehingga awan hujan tumbuh subur. Ketika angin bergerak mengarah ke Kota Jogja dan Bantul, maka potensi angin kencang harus diwaspadai di seluruh wilayah DIY,” jelasnya.

Romadi menambahkan, angin kencang yang kerap terjadi di Kota Jogja umumnya berasal dari pergerakan massa udara dari wilayah Sleman dan Kulon Progo yang membawa awan hujan ke pusat kota.

Ia memperkirakan intensitas hujan akan mulai menurun pada Mei dibandingkan April, meski potensi cuaca ekstrem masih tetap ada.

Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi bencana seperti pohon tumbang dan genangan air.

Warga juga diimbau membersihkan saluran drainase serta berhati-hati saat berkendara di tengah cuaca yang tidak menentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Trump Geram Dikritik Paus Soal Iran, Lontarkan Serangan Verbal

Trump Geram Dikritik Paus Soal Iran, Lontarkan Serangan Verbal

News
| Senin, 13 April 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Glamping DeLoano Menoreh Dibuka Lagi, Sensasi Menginap di Hutan Pinus

Glamping DeLoano Menoreh Dibuka Lagi, Sensasi Menginap di Hutan Pinus

Wisata
| Senin, 13 April 2026, 12:02 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement