Advertisement

Siaga Bencana! Warga Bantul Wajib Ikut Simulasi Evakuasi Mandiri

Yosef Leon
Selasa, 14 April 2026 - 05:37 WIB
Jumali
Siaga Bencana! Warga Bantul Wajib Ikut Simulasi Evakuasi Mandiri Kantor BPBD Bantul. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui simulasi dan latihan evakuasi mandiri yang digelar mulai hari ini hingga akhir bulan, tepatnya 13–30 April 2026.

Melalui Surat Edaran Bupati Bantul tertanggal 7 April 2026, agenda besar ini menyasar seluruh instansi pemerintah, sekolah, sektor usaha, hingga pemukiman warga. Bagi Anda yang tinggal atau beraktivitas di wilayah rawan, partisipasi dalam simulasi ini sangat krusial untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Advertisement

Langkah konkret ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di tingkat daerah. Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menekankan bahwa simulasi lapangan jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memahami teori penyelamatan. “Simulasi ini untuk memastikan masyarakat benar-benar paham jalur evakuasi, titik kumpul, hingga langkah penyelamatan diri sesuai potensi ancaman di lingkungannya,” kata Mujahid, Senin (13/4/2026). Latihan ini bertujuan melatih respons motorik masyarakat agar tidak panik dan mampu bertindak cepat saat situasi darurat benar-benar melanda Bumi Projotamansari.

Dalam pelaksanaannya, peserta simulasi diminta untuk mengaktifkan berbagai alat peringatan dini, mulai dari sirene, alarm elektrik, hingga alat tradisional seperti kentongan sebagai tanda dimulainya prosedur evakuasi. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk mempraktikkan penggunaan alat pertolongan pertama yang tersedia di lingkungan masing-masing. Seusai melakukan simulasi, setiap instansi dan kelompok warga wajib mendokumentasikan kegiatan tersebut dan melaporkannya melalui kanal resmi yang telah disediakan sebagai bentuk monitoring kesiapan wilayah.

Keterlibatan aktif dari dunia pendidikan dan pelaku usaha juga menjadi perhatian utama dalam program ini. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu membangun budaya sadar bencana yang permanen di tengah masyarakat. “Ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi langkah konkret untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari risiko bencana,” tegas Mujahid. Pemerintah daerah berharap, melalui latihan rutin ini, masyarakat Bantul tidak hanya menjadi objek penyelamatan, tetapi mampu menjadi subjek yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi potensi risiko geografis di wilayahnya.

Dengan kesiapsiagaan yang teruji melalui latihan intensif selama dua pekan ini, dampak buruk dari bencana diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. Pemkab Bantul juga mendorong masyarakat untuk meramaikan kampanye sadar bencana di media sosial guna menginspirasi wilayah lain. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Sabu Rp53 Miliar Digagalkan, Jaringan Malaysia Terbongkar

Sabu Rp53 Miliar Digagalkan, Jaringan Malaysia Terbongkar

News
| Senin, 13 April 2026, 21:07 WIB

Advertisement

Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja

Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja

Wisata
| Senin, 13 April 2026, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement